JURNALNEWS.CO.ID – Upaya pencarian pesawat GTR 42-500 yang hilang memasuki hari keempat dengan tantangan medan dan cuaca yang semakin berat. Komando pencarian di lapangan dipimpin langsung oleh Danrem 142/Toddopuli, Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan, yang menegaskan bahwa operasi tetap dilanjutkan meskipun hujan badai dan kondisi gelap menyelimuti lokasi pencarian.

Brigjen Andre menyampaikan bahwa tim SAR gabungan tetap memaksakan diri untuk naik ke area pencarian sejak malam hari. Hingga saat ini, sebanyak 17 tim telah dikerahkan, termasuk beberapa tim yang sudah bermalam di lokasi demi mengejar peluang pencarian saat kondisi memungkinkan. Namun, cuaca ekstrem membuat visibilitas tetap rendah.

“Sejak malam hujan dan badai, tapi kita tetap memaksa naik untuk mencari. Ada tim yang sudah bermalam di atas dan standby sejak tadi malam, berharap ada cahaya terang. Namun hingga sekarang kondisi masih gelap,” ujarnya di lokasi posko. Selasa (20/1)

Terkait posisi korban, Brigjen Andre menjelaskan bahwa dua korban ditemukan berada di lokasi berbeda. Korban pertama berada di posisi jurang yang cukup dalam, sementara korban kedua masih berada di lereng. Tim saat ini berupaya menentukan jalur evakuasi paling memungkinkan, baik menuju desa terdekat maupun melalui jalur alternatif yang paling aman.

Dalam kondisi cuaca dan medan yang ekstrem, evakuasi udara dipastikan tidak memungkinkan. Oleh karena itu, seluruh proses evakuasi akan dilakukan melalui jalur darat, meskipun harus menghadapi medan jurang dan kontur yang sangat berisiko.

“Evakuasi udara sudah tidak mungkin. Satu-satunya cara adalah evakuasi darat. Kita tetap kejar agar keluarga korban mendapatkan kepastian,” tegasnya.

Brigjen Andre juga menjelaskan bahwa pemetaan lokasi telah dilakukan sebelumnya. Namun, kondisi lapangan yang didominasi jurang curam membuat strategi pencarian harus dilakukan secara bertahap, dengan memperluas area dari titik kecil ke lingkaran yang lebih besar.

Untuk mendukung operasi, seluruh tim telah dibekali logistik lengkap, perlengkapan evakuasi, serta tenda untuk bermalam di lokasi. Dukungan dari unsur yang lebih memahami medan, termasuk tim lokal, dinilai sangat membantu kelancaran operasi pencarian dan evakuasi.

“Semua tim sudah kita siapkan, baik tim pencari maupun tim evakuasi. Mereka sudah diberi arahan sejak malam, termasuk kesiapan bermalam dengan logistik dan perlengkapan yang memadai,” pungkasnya.

Proses pencarian dan upaya evakuasi masih terus berlangsung dengan mengutamakan keselamatan seluruh personel di lapangan.