KUTAI TIMUR — Kapal pemancing KM Bintang Timor terbalik di Perairan Susuk, Desa Susuk Luar, Kecamatan Sandaran, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 19.30 WITA. Enam orang yang berada di atas kapal berhasil diselamatkan dan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Keenam orang itu terdiri atas satu kapten atau juragan, dua anak buah kapal (ABK), dan tiga pemancing. Kapal mengalami kemiringan ke sisi kanan setelah menghadapi gelombang di perairan tersebut.
Dalam kondisi kapal yang semakin miring, ABK berupaya memutus tali jangkar. Namun, upaya tersebut tidak cukup cepat untuk mencegah kapal kehilangan keseimbangan. Gelombang kemudian menghantam kapal hingga akhirnya terbalik dan tenggelam.
Informasi mengenai kondisi darurat tersebut diterima petugas dan segera ditindaklanjuti oleh Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Kutai Timur bersama sejumlah unsur terkait.
Kasat Polairud Polres Kutim Iptu Herianto mengatakan, pihaknya langsung melakukan koordinasi setelah menerima informasi masyarakat. Petugas kemudian bergerak untuk memastikan kondisi enam orang yang berada di kapal.
“Informasi yang kami terima langsung ditindaklanjuti dengan berkoordinasi bersama instansi terkait dan mendatangi lokasi kejadian untuk memastikan kondisi korban,” ujar Iptu Herianto.
Penanganan insiden tersebut melibatkan Satpolairud Polres Kutim, Markas Bual-Bual Ditpolairud Polda Kaltim, serta Pos TNI AL Sangkulirang. Koordinasi lintas unsur dilakukan agar proses pencarian dan pertolongan di wilayah perairan dapat berjalan cepat.
Petugas juga meminta keterangan dari para korban dan saksi untuk mendapatkan gambaran mengenai kronologi kejadian.
Enam orang yang berada di dalam KM Bintang Timor masing-masing Jamal (51), kapten atau juragan asal Sangatta Selatan; Aku Topan (22), ABK asal Sangatta Selatan; serta Ramadhani (21), ABK asal Majene, Sulawesi Barat.
Sementara tiga pemancing yang berada di kapal yakni Punandar Dapit (42), Parsidi (38), dan Babot (34). Ketiganya tercatat berdomisili di Kecamatan Rantau Pulung.
Berdasarkan keterangan awal, Ramadhani sempat menghubungi saudaranya, Busman, yang berada di wilayah Kenyamukan. Dalam komunikasi tersebut, ia menyampaikan bahwa KM Bintang Timor sedang mengalami kondisi darurat sebelum akhirnya terbalik dan tenggelam.
Insiden itu terjadi di Perairan Susuk, Desa Susuk Luar, Kecamatan Sandaran, dengan lokasi tercatat pada koordinat N 00°46.032 dan E 118°14.783.
Iptu Herianto menegaskan, penanganan kejadian tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat yang melakukan aktivitas di wilayah perairan.
“Kami mengimbau masyarakat yang melakukan aktivitas di laut agar selalu memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang serta mengutamakan keselamatan selama berada di perairan,” tegasnya.
Tidak adanya korban jiwa dalam kejadian tersebut menjadi kabar baik di tengah insiden kapal terbalik. Namun, kondisi ini sekaligus menjadi pengingat bagi nelayan, pemancing, maupun pengguna transportasi laut untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca dan gelombang.
Satpolairud Polres Kutim memastikan koordinasi dengan unsur terkait tetap dilakukan dalam penanganan kejadian di wilayah perairan, termasuk melalui patroli, pemantauan, serta respons cepat terhadap laporan masyarakat.
Editor: IW

Tinggalkan Balasan