JURNALNEWS.CO.ID — Kebakaran lahan di Jalan Poros Muara Badak-Marangkayu, Pangempang RT 05, Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara, Selasa (22/9/2026), menewaskan pemilik gedung sarang burung walet.
Korban ditemukan meninggal dunia setelah tertimbun reruntuhan bangunan sarang burung walet yang ambruk ketika kebakaran melanda kawasan tersebut.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.37 WITA. Sebelum ditemukan tertimbun reruntuhan, korban sempat terlihat menuju gedung sarang burung walet miliknya yang berada di sekitar lahan yang terbakar.
Kapolsek Muara Badak Iptu Sumartono membenarkan kejadian tersebut.
“Korban itu pemilik lahan sekaligus pemilik gedung sarang walet,” kata Iptu Sumartono saat dikonfirmasi via WhatsApp, Rabu (23/9/2026).
Berdasarkan keterangan saksi bernama Akbar, korban sebelumnya terlihat berjalan dari bagian depan menuju belakang gedung. Akbar kemudian mengikuti korban menuju lokasi tersebut.
Saat tiba di sekitar bangunan, saksi mendapati gedung sarang walet telah terbakar. Api di bangunan tersebut diketahui sudah padam ketika saksi melakukan pencarian.
Akbar kemudian berusaha mencari korban di sekitar gedung. Namun, korban tidak terlihat di lokasi.
Pencarian selanjutnya dilakukan hingga ke area lahan yang masih terbakar, sekitar 100 meter dari bangunan sarang walet. Meski telah menyisir area tersebut, saksi tetap tidak menemukan korban.
Akbar kemudian kembali memeriksa area sekitar gedung.
Saat melakukan pencarian, saksi melihat tumpukan reruntuhan batako di sisi kiri bangunan. Kondisi tersebut kemudian membuat saksi melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Dari balik reruntuhan tersebut, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi terlentang. Sebagian tubuh korban tertutup puing-puing batako yang diduga runtuh ketika bangunan terbakar.
Reruntuhan bangunan yang menimpa korban juga masih dalam kondisi panas saat ditemukan.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian berdatangan dan membantu proses evakuasi. Korban selanjutnya dibawa ke RSUD Aji Muhammad Idris Muara Badak untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, korban dinyatakan telah meninggal dunia.
Sumartono menjelaskan, luka bakar yang ditemukan pada tubuh korban bukan akibat korban terbakar secara langsung.
Menurutnya, luka tersebut terjadi karena korban tertimbun reruntuhan batako yang masih panas setelah bangunan mengalami kebakaran dan ambruk.
“Luka bakar yang terkena korban bukan akibat kebakaran secara langsung, melainkan karena tertimbun runtuhan batako yang masih panas,” jelasnya.
Polisi masih menangani peristiwa tersebut untuk mengetahui secara lebih rinci rangkaian kejadian hingga korban ditemukan di bawah reruntuhan bangunan.
Kebakaran lahan di Muara Badak tersebut tidak hanya menyebabkan bangunan sarang burung walet terbakar, tetapi juga berujung pada meninggalnya pemilik bangunan setelah tertimpa reruntuhan.
Editor: Iwan

Tinggalkan Balasan