JURNALNEWS.CO.ID – Pemimpin junta Myanmar, Min Aung Hlaing, mengunjungi daerah yang paling terdampak akibat gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang negara itu pada Jumat (28/3). Dalam keterangannya, pihak junta mengumumkan bahwa jumlah korban tewas telah meningkat menjadi 694 orang, sementara korban luka-luka mencapai 1.670 orang. Sabtu (29/25)
Dilansir dari laman Antaranews, Min Aung Hlaing menginstruksikan pemerintah dan otoritas daerah untuk segera mengintensifkan pencarian serta penyelamatan korban, serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna menangani dampak bencana.
Gempa dahsyat tersebut tidak hanya mengguncang Myanmar tetapi juga terasa di lima negara tetangga, termasuk Thailand. Di negara tersebut, jumlah korban tewas dilaporkan mencapai 10 orang. Pemerintah Thailand bahkan telah menetapkan status darurat di ibu kota, Bangkok.
Dalam upaya internasional membantu Myanmar, Rusia dan China telah mengirimkan tim penyelamat, tenaga medis, serta peralatan khusus guna mendukung operasi pencarian dan penyelamatan korban, sebagaimana dilaporkan oleh Sputnik-OANA.
Hingga kini, upaya tanggap darurat masih terus dilakukan, sementara warga yang terdampak diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan.

Tinggalkan Balasan