JURNALNEWS.CO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bekerja sama dengan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) menyelenggarakan workshop peningkatan kapasitas dalam rangkaian pertemuan Pimpinan Lembaga Antikorupsi Negara Association of Southeast Asian Nations (ASEAN-PAC) ke-20 di Bali. Workshop yang berlangsung di Ballroom Bali Beach Convention, Sanur, Selasa (3/12), mengusung tema Advancing Anti-Corruption Efforts in Southeast Asia Region Through the Implementation of the United Nations Convention against Corruption (UNCAC).
Direktur Pembinaan Jaringan Kerja Antar-Komisi dan Instansi (PJKAKI) KPK, Kartika Handaruningrum, menegaskan pentingnya penyelarasan upaya ASEAN-PAC dengan kerangka kerja global seperti UNCAC. Menurutnya, forum ini dapat menjadi platform untuk mengeksplorasi strategi implementasi UNCAC guna menjawab tantangan korupsi di kawasan.
“Melalui koneksi dengan agenda internasional, kita menegaskan tanggung jawab kolektif dalam menghadapi tantangan universal terkait korupsi,” ujar Kartika.
Workshop ini juga menjadi bagian dari langkah strategis menyusun rencana aksi ASEAN-PAC 2026-2028. Kartika menjelaskan, KPK akan mengumpulkan masukan dari negara anggota ASEAN-PAC terkait area prioritas berdasarkan data dari workshop sebelumnya, mekanisme tinjauan UNCAC, dan temuan program inventarisasi peningkatan kapasitas.
Pada Desember 2024, masukan tersebut akan dihimpun menjadi rancangan awal (zero draft) yang akan dibahas lebih lanjut pada pertemuan ASEAN-PAC di pertengahan 2025. Rancangan akhir akan difinalisasi oleh KPK dan Malaysian Anti-Corruption Commission (MACC) sebagai tuan rumah pertemuan ASEAN-PAC ke-21.
Dalam sesi interaktif workshop, para delegasi memetakan isu prioritas yang meliputi sistem pengadaan publik, perlindungan pelapor, penerapan mutual legal assistance (MLA), serta pemulihan aset melalui kerja sama internasional. Selain itu, isu yang sebelumnya belum dibahas, seperti pelaporan publik, pencucian hasil kejahatan, dan joint investigation, juga diangkat dalam diskusi.
Ketua Tim Pusat Anti-Korupsi UNODC untuk Asia Tenggara dan Pasifik, Annika Wythes, menekankan pentingnya prioritas pada rekomendasi UNCAC untuk mengatasi tantangan regional.
Workshop ini mencerminkan komitmen kuat negara-negara ASEAN-PAC untuk memperkuat tata kelola antikorupsi melalui kolaborasi regional yang selaras dengan nilai-nilai UNCAC. Dengan pendekatan ini, diharapkan ASEAN-PAC mampu menghasilkan kebijakan dan program efektif untuk memajukan upaya pemberantasan korupsi di Asia Tenggara.

Tinggalkan Balasan