JURNALNEWS.CO.ID — Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) menegaskan pentingnya memperkuat daya tahan bangsa menyusul meningkatnya prediksi terjadinya Perang Dunia Ketiga dalam dinamika politik global saat ini.
Gubernur Lemhannas, Ace Hasan Syadzily, mengatakan kondisi sebuah negara dalam menghadapi potensi perang dunia sangat bergantung pada kekuatan ketahanan nasional, terutama di sektor pangan, energi, dan ekonomi.
“Kondisi perang tentu akan sangat tergantung dari sejauh mana kita bisa memiliki ketahanan, ketahanan energi, ketahanan pangan, ketahanan ekonomi yang bisa mendukung bagi upaya kita agar bangsa kita bisa bertahan,” ungkap Gubernur Lemhannas, Senin (9/2/2026).
Ia menilai Indonesia perlu bersikap waspada dan menyiapkan langkah-langkah strategis guna menghadapi berbagai kemungkinan yang muncul akibat ketegangan geopolitik global. Menurutnya, kesiapsiagaan tersebut harus dibarengi dengan soliditas seluruh elemen bangsa.
“Tentu kami mengimbau dan mengajak semua pihak untuk menjaga kekompakan persatuan dan kesatuan bangsa yang merupakan prasyarat agar bangsa kita tetap kokoh di tengah menghadapi situasi dinamika politik global hingga kapanpun,” terang Gubernur Lemhannas.
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto juga menyinggung potensi terjadinya Perang Dunia Ketiga berdasarkan pengamatannya saat menghadiri sejumlah pertemuan internasional di Eropa. Hal tersebut disampaikan Presiden dalam Rakornas 2026 pada Senin (2/2).
Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa kekhawatiran terhadap pecahnya perang dunia ke-tiga menjadi perhatian serius para pemimpin dunia. “Hampir semua pemimpin dunia merisaukan kemungkinan terjadinya Perang Dunia Ketiga,” katanya.
Dalam konteks itu, Presiden Prabowo kembali menegaskan komitmen Indonesia untuk tetap berpegang pada politik luar negeri bebas aktif dan prinsip nonblok. Indonesia, kata dia, tidak akan bergabung dengan pakta militer mana pun serta akan terus menjalin persahabatan dengan seluruh bangsa.
“Filosofi luar negeri saya adalah seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak,” ucap Presiden Prabowo.

Tinggalkan Balasan