JURNALNEWS.CO.ID — Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi meninjau posko pengungsian banjir di SD Negeri 02 Cupak Tangah, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Selasa (2/12/2025). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan spesifik perempuan, anak, serta kelompok rentan lainnya terpenuhi selama masa tanggap darurat.

Dalam kesempatan itu, Menteri Arifah menyampaikan keprihatinannya atas bencana hidrometeorologi yang melanda beberapa provinsi di Sumatra.

“Kami menyampaikan keprihatinan mendalam atas bencana yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Saya bersama tim melakukan kunjungan ke lokasi bencana di Kota Padang, Sumatera Barat, untuk menyapa korban, khususnya perempuan dan anak yang juga merupakan kelompok yang paling rentan dalam situasi bencana,” ungkap Menteri PPPA Arifah Fauzi.

Kementerian PPPA, kata Arifah, telah berkoordinasi dengan dinas pengampu isu perempuan dan anak di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota terdampak untuk memetakan kondisi korban dan memastikan pemenuhan kebutuhan spesifik mereka.

Posko pengungsian di SDN 02 Cupak Tangah tercatat menampung 1.973 jiwa dari 481 KK, yang di antaranya meliputi 6 ibu hamil, 36 bayi dan balita, 171 anak, 71 lansia, dan 1 penyandang disabilitas.

Arifah menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan kelompok rentan menjadi prioritas pemerintah.

“Negara hadir untuk memastikan setiap perempuan dan anak serta kelompok rentan lainnya seperti lansia dan disabilitas, mendapatkan perlindungan dan pemenuhan hak yang layak selama masa tanggap darurat maupun pada fase pemulihan nantinya,” tegasnya.

Di sejumlah titik bencana, termasuk Kota Padang, pemerintah daerah bersama unsur masyarakat mulai menjalankan layanan dukungan psikososial bagi anak dan keluarga terdampak.

Kebutuhan spesifik perempuan dan anak seperti hygiene kit, kebutuhan ibu hamil dan balita, obat-obatan dasar, serta dukungan psikologis juga terus diprioritaskan dalam pendistribusian bantuan.

Dalam kunjungannya, Arifah turut membagikan susu kepada anak-anak pengungsi sebagai bentuk dukungan pemenuhan gizi di tengah situasi darurat.

Menteri PPPA juga memberikan apresiasi kepada tim gabungan yang bekerja di lapangan.

“Kami mengapresiasi kerja keras tim SAR, BPBD, TNI, Polri, pemerintah daerah, tenaga medis, dan relawan yang terus berjibaku dalam evakuasi, pencarian korban, dan penyaluran bantuan ke wilayah-wilayah terdampak, termasuk daerah yang masih terisolasi. Solidaritas masyarakat Sumatera Barat merupakan kekuatan besar dalam menghadapi situasi darurat ini,” tutup Menteri PPPA.