JURNALNEWS.CO.ID – Keputusan pemerintah Iran menarik tim nasionalnya dari ajang FIFA World Cup 2026 memicu polemik besar di dunia sepak bola. Langkah tersebut membuat Federasi Sepak Bola Iran harus bersiap menghadapi sejumlah sanksi dari FIFA.
Pengumuman mundurnya Timnas Iran disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga Iran, Ahmad Donyamali. Ia menyatakan tim berjuluk Team Melli tidak bersedia tampil di Amerika Serikat, salah satu tuan rumah turnamen bersama Kanada dan Meksiko.
Menurut Donyamali, situasi politik dan keamanan menjadi alasan utama keputusan tersebut. Ia menilai hubungan Iran dengan Amerika Serikat masih diliputi ketegangan yang berpotensi mengancam keselamatan para pemain.
“Dalam kondisi saat ini kami tidak memiliki situasi yang tepat untuk berpartisipasi di Piala Dunia 2026. Para pemain kami juga tidak akan aman,” ujarnya seperti dikutip dari BBC.
Ia menambahkan, konflik yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir telah menelan ribuan korban jiwa sehingga pemerintah menilai tidak memungkinkan bagi Iran untuk ikut serta dalam turnamen sepak bola terbesar di dunia itu.
Namun keputusan tersebut membawa konsekuensi serius dari sisi olahraga. Berdasarkan regulasi FIFA, setiap asosiasi anggota yang mengundurkan diri dari turnamen resmi berpotensi dikenai sanksi berlapis.
Salah satu hukuman yang diperkirakan dijatuhkan adalah denda finansial sekitar 300 ribu dolar AS atau setara lebih dari Rp5 miliar. Selain itu, Federasi Sepak Bola Iran juga diwajibkan mengembalikan dana partisipasi yang sebelumnya diberikan oleh FIFA selama proses menuju putaran final.
Sanksi paling berat yang berpotensi diterima Iran adalah larangan mengikuti kompetisi internasional berikutnya, termasuk kemungkinan tidak diperbolehkan tampil dalam kualifikasi Piala Dunia edisi 2030.
Di tengah polemik tersebut, muncul spekulasi mengenai negara yang akan menggantikan posisi Iran di Grup G. Sejumlah laporan media internasional menyebut Irak menjadi kandidat terkuat untuk mengisi slot yang ditinggalkan Team Melli.

Tinggalkan Balasan