JURNALNEWS.CO.ID – Puluhan anggota Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Kabupaten Pangkep menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkep, Senin (21/1). Dalam aksi yang berlangsung di Jl Sultan Hasanuddin, Padoang Doangan, Kecamatan Pangkajene tersebut, massa menyoroti dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan empat proyek besar di Pangkep.
Jenderal Lapangan GRIB Jaya, Ardan Aidin, dalam orasinya menyebutkan bahwa proses tender proyek dinilai tidak transparan dan terdapat keterlambatan pengerjaan yang melampaui batas waktu.
“Pangkep termasuk daerah termiskin di Sulawesi Selatan, tetapi ada banyak pembangunan yang tidak menjadi prioritas kebutuhan masyarakat,” ujar Ardan.
Proyek-proyek yang disoroti meliputi pembangunan Menara Jam Kota, pagar Kantor Bupati Pangkep, Pembangunan fasilitas Rumah Sakit Batara Siang, dan Pembangunan Layanan Perpustakaan Pangkep, dengan total anggaran lebih dari Rp20 miliar.
Ardan menduga adanya penyimpangan yang mengarah pada tindak pidana korupsi dalam proses tender proyek-proyek tersebut.
Sebagai tindak lanjut, GRIB Jaya mendesak Kejari Pangkep untuk segera memeriksa keempat proyek tersebut. Dalam pernyataan sikapnya, GRIB Jaya mengungkapkan rincian proyek yang dinilai bermasalah, termasuk pembangunan sejumlah fasilitas di Rumah Sakit Batara Siang seperti Ruang Cytotoxic, CR Scant, Catlab, dan NICU.
Aksi ini diterima oleh Kepala Seksi Intelijen Kejari Pangkep, Asradi, yang menemui para pendemo. “Kami berterima kasih atas aspirasi yang telah disampaikan. Meskipun Kepala Kejaksaan sedang bertugas di luar daerah, kami akan meneruskan aspirasi ini kepada beliau untuk ditindaklanjuti,” ujar Asradi.
Aksi unjuk rasa ini menjadi sorotan publik karena menyangkut pengelolaan anggaran besar di tengah kondisi ekonomi Pangkep yang dinilai memprihatinkan. GRIB Jaya berharap langkah ini dapat mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan proyek pembangunan di daerah tersebut.

Tinggalkan Balasan