KUTAI TIMUR, JURNALNEWS.CO.ID — Seorang pelajar bernama Abdul Efal ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Batu Balai, RT 01, Desa Batu Balai, Kecamatan Muara Bengkal, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Jumat (11/9/2026).

Korban ditemukan setelah tim gabungan melakukan pencarian selama beberapa jam di aliran Sungai Batu Balai. Jasad Abdul Efal ditemukan sekitar 200 meter dari lokasi awal korban dilaporkan tenggelam.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WITA. Saat kejadian, Abdul Efal yang merupakan pelajar kelahiran Loa Janan, 25 Mei 2009, berada di sekitar sungai bersama seorang rekannya.

Kapolres Kutai Timur melalui Kapolsek Muara Bengkal IPTU Agus Fahrur Rozi mengatakan, pihaknya langsung merespons laporan warga mengenai adanya dua orang yang diduga tenggelam di Sungai Batu Balai.

Berdasarkan keterangan saksi, Hendri Joni dan Muhammad Ririn yang tengah bekerja di pinggir sungai mendengar teriakan dari arah aliran sungai.

Keduanya kemudian mendatangi sumber suara dan mendapati dua orang laki-laki berada di dalam sungai dalam kondisi membutuhkan pertolongan.

Para saksi berusaha melakukan penyelamatan. Namun, kondisi sungai serta keterbatasan kemampuan berenang membuat keduanya hanya berhasil menolong satu orang.

Sementara Abdul Efal tidak berhasil diselamatkan dan tenggelam di aliran Sungai Batu Balai.

Menerima laporan tersebut, personel Polsek Muara Bengkal segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan di tempat kejadian perkara.

“Personel langsung melakukan pengecekan TKP, meminta keterangan para saksi, serta berkoordinasi dengan unsur SAR, Basarnas, BPBD, relawan dan masyarakat untuk melakukan pencarian terhadap korban,” ujar Kapolsek Muara Bengkal IPTU Agus.

Pencarian kemudian dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan personel kepolisian, tim SAR, BPBD, relawan, serta masyarakat setempat.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil pada malam hari.

“Setelah dilakukan pencarian, korban akhirnya ditemukan sekitar 200 meter dari lokasi awal kejadian pada pukul 19.30 WITA dalam keadaan meninggal dunia,” ungkapnya.

Kapolsek Muara Bengkal turut mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama dengan memperhatikan kondisi keselamatan dan risiko yang dapat terjadi.

“Keselamatan harus menjadi perhatian utama, terutama saat beraktivitas di sekitar sungai. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mengambil risiko dan segera melaporkan kepada pihak berwajib apabila terjadi keadaan darurat,” pungkasnya.