JURNALNEWS.CO.ID – Polda Bali menetapkan tiga warga negara asing (WNA) asal Australia sebagai tersangka dalam kasus penembakan dua WNA Australia di Vila Casa Santisya 1, Desa Munggu, Mengwi, Kabupaten Badung.
Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya, menyampaikan bahwa ketiganya diduga kuat sebagai pelaku utama dalam insiden penembakan yang menyebabkan satu korban tewas.
“Kami yakini ketiganya merupakan pelaku eksekutor. Ketiganya sudah ditetapkan sebagai tersangka, WNA Australia sesuai paspor,” kata Kapolda Bali dalam keterangan persnya, Rabu (18/6/2025).
Ketiga tersangka yang diamankan yakni Tupou Pasa Midolmore (37), Coskunmevlut (23), dan Darcy Francesco Jenson (37). Dari hasil penyelidikan sementara, Darcy diduga sebagai otak dari rencana penembakan tersebut, sementara dua lainnya berperan sebagai eksekutor di lokasi kejadian.
Menurut Kapolda, penembakan ini telah direncanakan sebelumnya, namun pihaknya masih terus mendalami detail peran masing-masing pelaku. “Tiga orang ini baru tiba di Bali Selasa malam, kami terus kembangkan pemeriksaan berdasarkan bukti-bukti yang ada,” jelasnya.
Para tersangka dijerat pasal berlapis, mulai dari Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan berat yang menyebabkan kematian, serta Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 terkait kepemilikan senjata api. Selain itu, mereka juga disangkakan Pasal 372 KUHP tentang penggelapan.
Kapolda menegaskan penyidik masih mendalami motif di balik penembakan tersebut. “Kami masih terus dalami terkait motifnya. Pemeriksaan terhadap ketiganya masih berlangsung intensif sejak semalam,” ujarnya.
Peristiwa penembakan di Bali itu terjadi pada Sabtu (14/6) dini hari. Dua WNA Australia yang menjadi korban adalah Zivan Radmanovic yang tewas akibat luka tembak di toilet kamar mandi, serta Sanar Ghanim yang mengalami luka tembak di dalam kamar. Insiden itu turut disaksikan oleh istri kedua korban.
Hingga kini, ketiga tersangka masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Badung, sementara polisi terus melakukan pendalaman untuk mengungkap motif dan jaringan terkait penembakan tersebut.

Tinggalkan Balasan