JURNALNEWS.CO.ID – Jakarta – Bareskrim Polri duga Laut Indonesia kerap dijadikan tempat perlintasan kapal penyelundup kokain ke sejumlah negara tujuan. Hal ini diketahui menjadi salah satu penyebab ditemukannya beberapa paket kokain yang tidak jelas siapa pemiliknya di sekitar wilayah Indonesia belakangan ini.
“Analisis kami, wilayah laut Indonesia telah digunakan sebagai jalur untuk kapal pengangkut kokain dari negara sumber dan membuangnya di perairan Indonesia. Kemudian diambil dengan kapal pickup, kemungkinan untuk dibawa ke negara tujuan,” terang Dirtipid Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen. Pol. Krisno Halomoan Siregar, S.I.K., Rabu (6/7/22).
Menurut dia, jaringan pengedar narkoba kerap menggunakan modus operandi pengiriman dengan cara membuangnya ke laut atau perairan.
Hal ini, kata dia, tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga ditemukan di beberapa negara lain. Namun, Krisno mengatakan, sejauh ini pihaknya menilai Indonesia bukan negara tujuan peredaran gelap kokain.
“Indonesia bukan negara tujuan peredaran gelap kokain di dunia karena jenis narkotika yang banyak disalahgunakan di Indonesia adalah mariyuana, sabu, MDMA (pil ekstasi) dan bahan psikoaktif lainnya,” jelasnya.
Krisno mengatakan penyidik Polri masih menyelidiki kelompok pengedar narkoba yang melintas di perairan Indonesia. Penyelidikan, kata dia, dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan organisasi lain di luar negeri.
“Kami sedang berupaya mendalami kasus-kasus penemuan kokain di perairan/laut Indonesia, serta berbagi informasi terkait penemuan kokain dengan rekan-rekan internasional,” katanya.
Sebagai informasi, Bareskrim juga tengah melakukan penyelidikan atas ditemukannya 43 paket kokain dengan berat total sekitar 43 kilogram (Kg) di kawasan pesisir Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau beberapa hari lalu.
Paket berisi barang haram tersebut pertama kali ditemukan oleh warga sekitar yang hendak melaut. Kemudian, warga melaporkannya ke polisi dan TNI.

Tinggalkan Balasan