JURNALNEWS.CO.ID – Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan memberikan Remisi Khusus Hari Raya Natal 2025 kepada 15.235 warga binaan di seluruh Indonesia. Pemberian remisi tersebut dilaksanakan secara serentak melalui kantor wilayah dan satuan kerja pemasyarakatan di masing-masing daerah.
“Untuk yang remisi warga binaan kami baik secara khusus dan umum, total semua itu ada 15.235, ini seluruh Indonesia,” ujar Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Mashudi, Kamis (25/12/2025).
Remisi Khusus Natal diberikan kepada narapidana yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif. Penilaian meliputi perilaku selama menjalani pidana, kepatuhan terhadap tata tertib, serta keaktifan mengikuti program pembinaan, termasuk kegiatan keagamaan.
Menurut Mashudi, remisi merupakan bentuk apresiasi negara kepada warga binaan yang menunjukkan perubahan perilaku positif. “Ini adalah bentuk apresiasi kepada warga binaan yang selama ini mengikuti pembinaan dengan baik. Ada yang mendapatkan remisi satu bulan, dua bulan, bahkan ada yang langsung bebas,” katanya.
Sebagian warga binaan memperoleh pengurangan masa pidana hingga dua bulan, sementara sebagian lainnya langsung menghirup udara bebas setelah masa hukumannya selesai dikurangi remisi. Seluruh proses pengusulan dilakukan secara berjenjang melalui sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP), mulai dari tingkat lapas, kantor wilayah, hingga Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
“Prosesnya tidak sulit selama syarat dipenuhi. Ada empat kriteria utama yang dinilai, termasuk kedisiplinan mengikuti pembinaan. Kalau ada pelanggaran, tentu tidak bisa diusulkan,” jelas Mashudi.
Khusus di wilayah Jakarta, tercatat sebanyak 610 warga binaan menerima Remisi Khusus Natal 2025. Pengurangan masa pidana yang diberikan bervariasi, mulai dari 15 hari hingga dua bulan, bergantung pada hasil penilaian tim pemasyarakatan.
Mashudi menambahkan, warga binaan tidak bisa hanya dilihat dari kesalahan masa lalu. Banyak di antara mereka yang kini menunjukkan perubahan sikap yang signifikan. “Warga binaan itu luar biasa. Mereka memberi motivasi kepada kami karena mau mengikuti pembinaan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan