SORONG SELATAN, JURNALNEWS.CO.ID – Upaya mewujudkan kemandirian energi di wilayah pelosok Papua Barat Daya terus dikebut. Tim dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara resmi melaksanakan survei lokasi rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terpusat di Kampung Kais–Tapuri, Distrik Kais, Kabupaten Sorong Selatan, pada Senin (12/1/2026).
Kegiatan survei ini merupakan tahap awal yang krusial untuk memetakan teknis lahan dan potensi energi surya sebelum proyek fisik dimulai. Kehadiran tim pusat disambut langsung oleh aparat pemerintah distrik, tokoh adat, serta puluhan warga yang antusias mendukung proyek tersebut.
Kepala Distrik Kais, dalam arahannya di sela-sela survei, memberikan apresiasi tinggi kepada pemerintah pusat atas perhatiannya terhadap kebutuhan dasar masyarakat di wilayahnya.
“Kami sangat berterima kasih kepada Kementerian ESDM yang telah mengalokasikan program PLTS Terpusat ini untuk masyarakat di Kais dan Tapuri. Ini adalah kebutuhan mendesak. Selama ini warga hanya mengandalkan genset dengan biaya operasional yang sangat mahal. Dengan adanya PLTS nanti, kami optimis aktivitas masyarakat, baik pendidikan maupun ekonomi, akan jauh lebih meningkat,” ujar perwakilan Pemerintah Distrik Kais di lokasi.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk terus menjaga situasi kondusif selama proses pembangunan berlangsung dan bersama-sama merawat aset negara tersebut apabila sudah selesai dibangun.
Sementara itu, perwakilan Tim Survei Kementerian ESDM menjelaskan bahwa peninjauan ini mencakup pengukuran kemiringan lahan, pengujian jenis tanah, serta analisis hambatan bayangan (shading) untuk memastikan panel surya bekerja optimal.
“Fokus kami hari ini adalah memastikan bahwa lahan yang disediakan secara teknis memadai dan secara legalitas bersih (clean and clear). Lokasi di Kampung Kais–Tapuri ini memiliki potensi iradiasi matahari yang cukup baik untuk sistem terpusat berskala desa,” jelas salah satu anggota Tim ESDM.
Rencana pembangunan PLTS ini menjadi bagian dari program strategis untuk melistriki desa-desa di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal). Diharapkan, kehadiran energi terbarukan ini tidak hanya memberikan penerangan di malam hari, tetapi juga mendukung digitalisasi desa dan layanan kesehatan lokal.
Setelah tahap survei ini, tim akan menyusun laporan kelayakan untuk menentukan kapasitas (kilowatt-peak) yang akan dipasang. Masyarakat berharap proses konstruksi dapat segera dilakukan pada tahun anggaran berjalan agar impian “Papua Terang” dapat benar-benar dirasakan hingga ke rumah-rumah warga di Distrik Kais.
Ewil M Woloin

Tinggalkan Balasan