JURNALNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Tim Penggerak (TP) PKK Kota Makassar mengintensifkan upaya pencegahan penyakit tidak menular melalui kegiatan edukasi kesehatan dan skrining deteksi dini yang melibatkan kader PKK dan Posyandu, Kamis (5/11/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Gedung PKK Kota Makassar tersebut merupakan bagian dari program kerja Pokja IV TP PKK Kota Makassar tahun 2026. Program ini diarahkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai faktor risiko, pencegahan, serta pentingnya mengenali penyakit sejak tahap awal.

Sejumlah peserta mengikuti kegiatan ini, mulai dari Ketua TP PKK tingkat kecamatan dan kelurahan, pengurus Pokja IV, hingga kader PKK dan Posyandu.

Ketua Bidang IV TP PKK Kota Makassar, Prof. Dr. Nurlina Subair, saat membuka kegiatan menegaskan bahwa edukasi kesehatan menjadi langkah penting untuk memperkuat peran kader dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Menurutnya, kader memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat, terutama dalam membangun kesadaran mengenai pola hidup sehat dan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Ia mengingatkan bahwa penyakit tidak menular, seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung, perlu mendapat perhatian serius. Pasalnya, sejumlah penyakit tersebut dapat berkembang tanpa menunjukkan gejala yang mudah dikenali.

“Saat ini terjadi perubahan pola penyakit di tengah masyarakat. Jika sebelumnya perhatian lebih banyak tertuju pada penyakit menular, kini penyakit tidak menular juga menjadi ancaman serius karena kerap berkembang tanpa disadari dan dapat berakibat fatal apabila tidak terdeteksi sejak dini,” ujarnya.

Materi edukasi juga menyoroti ancaman penyakit kanker, khususnya yang banyak menyerang perempuan, seperti kanker serviks, ovarium, dan payudara. Selain itu, peserta diingatkan mengenai risiko kanker kolon dan rektum.

Dalam kesempatan tersebut, Nurlina turut membagikan pengalaman pribadinya sebagai penyintas kanker. Ia mengungkapkan pernah menjalani dua kali pengobatan kanker, termasuk 18 kali kemoterapi pada 2012.

Pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa keberanian menjalani pemeriksaan kesehatan sejak awal dapat memberikan peluang lebih besar untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

“Keberanian untuk melakukan pemeriksaan sejak awal sangat penting. Karena dengan pemeriksaan lebih dini, penyakit yang saya derita bisa diketahui saat masih berada pada stadium satu,” ungkapnya.

Nurlina juga mengajak para kader untuk menghilangkan rasa takut menjalani pemeriksaan kesehatan. Menurutnya, kekhawatiran terhadap hasil diagnosis tidak seharusnya menjadi alasan untuk mengabaikan kondisi tubuh.

Ia menekankan bahwa menjaga kesehatan membutuhkan komitmen, mulai dari menerapkan pola hidup sehat hingga melakukan pemeriksaan secara berkala.

“Kita harus mulai peduli dan mampu mengelola kesehatan diri sendiri, salah satunya dengan menerapkan pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan secara berkala. Sama halnya seperti pekerjaan dan keuangan yang kita kelola, kesehatan juga harus dikelola dengan baik dan konsisten,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pokja IV TP PKK Kota Makassar, Indira Purnamasari, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan kader dalam memberikan pendampingan dan edukasi kesehatan kepada masyarakat.

Ia berharap materi yang diperoleh selama kegiatan dapat menjadi bekal bagi kader untuk mengenali faktor risiko penyakit, memahami gejala awal, serta mengajak masyarakat melakukan langkah pencegahan secara mandiri.

“Melalui kegiatan ini, para kader diharapkan mampu memahami pola hidup sehat, upaya pencegahan penyakit secara mandiri, serta mengenali faktor risiko dan gejala penyakit sejak dini,” jelasnya.

Untuk memperkuat materi yang diberikan, TP PKK Kota Makassar turut menggandeng Program Studi Patologi Anatomi Universitas Hasanuddin (Unhas). Kolaborasi tersebut menghadirkan sejumlah dokter sekaligus dosen sebagai pemateri.

Melalui edukasi dan skrining ini, TP PKK Kota Makassar berharap para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan untuk menjaga kesehatan diri dan keluarga, tetapi juga mampu menyebarluaskan informasi tersebut di lingkungan masing-masing.