JURNALNEWS.CO.ID — Menjelang Penilaian Adipura P1 Tahun 2026 oleh Kementerian Lingkungan Hidup, Lurah Satimpo, Kecamatan Bontang Selatan, Maryono, menggerakkan aksi korvei atau kerja bakti secara serentak di seluruh wilayah RT, Minggu (1/11/2026).

Gerakan ini melibatkan jajaran Kelurahan Satimpo, para ketua RT, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta masyarakat. Aksi tersebut menjadi langkah bersama untuk meningkatkan kebersihan, menata lingkungan permukiman, sekaligus memperkuat budaya gotong royong.

Maryono menegaskan, korvei serentak tidak semata-mata dilakukan untuk menghadapi penilaian Adipura. Lebih dari itu, kegiatan ini diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat agar menjadikan kebersihan lingkungan sebagai tanggung jawab bersama.

“Jadi kegiatan ini bukan sekadar persiapan penilaian Adipura saja, tapi bagian dari upaya membangun kesadaran dan budaya gotong royong di tengah masyarakat,” kata Maryono.

Menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Partisipasi aktif masyarakat, terutama melalui peran ketua RT, menjadi faktor penting dalam menciptakan kawasan permukiman yang bersih, sehat, tertib, dan nyaman.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari pelaksanaan Perjanjian Kinerja antara kelurahan dan RT, khususnya dalam mendorong keterlibatan warga menjaga kebersihan serta kualitas lingkungan di wilayah masing-masing.

Untuk mengoptimalkan pelaksanaan kegiatan, Kelurahan Satimpo membentuk empat tim berdasarkan Surat Perintah Tugas (SPT). Masing-masing tim bertugas melakukan pendampingan, pemantauan, dan koordinasi langsung bersama ketua RT serta warga di wilayah binaan.

Pelaksanaan korvei juga mendapat dukungan Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Keterlibatan unsur TNI dan Polri tersebut memperkuat sinergi dalam menciptakan lingkungan yang bersih sekaligus aman dan tertib.

Gerakan ini turut mengimplementasikan inovasi Kelurahan Satimpo, yakni BAWA KULKAS (Bersama Warga Bersihkan Lingkungan Wilayah Kelurahan Satimpo).

Melalui inovasi tersebut, pemerintah kelurahan mendorong keterlibatan warga secara berkelanjutan agar kegiatan membersihkan lingkungan tidak hanya berlangsung saat menjelang penilaian, tetapi menjadi kebiasaan sehari-hari.

Program ini juga sejalan dengan Gerakan Sampahku Tanggung Jawabku (GESIT) yang digagas Pemerintah Kota Bontang. Program tersebut menekankan bahwa pengelolaan sampah membutuhkan kesadaran dan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

Selain itu, korvei serentak mendukung Misi Kelima Kota Bontang Tahun 2025–2029, yaitu meningkatkan pelestarian lingkungan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari pengawasan terhadap pengelolaan sampah dan ruang terbuka hijau dalam upaya meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan.

Maryono bersama jajaran Kelurahan Satimpo menyampaikan apresiasi kepada seluruh ketua RT, masyarakat, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan pihak-pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Ia berharap semangat gotong royong terus terjaga, bahkan setelah rangkaian Penilaian Adipura 2026 selesai dilaksanakan.

Bagi Kelurahan Satimpo, keberhasilan menciptakan lingkungan bersih bukan semata-mata diukur dari penghargaan Adipura yang diperoleh, melainkan dari tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan dan merawat lingkungan secara konsisten.