JURNALNEWS.CO.ID — Polisi mengamankan enam orang terkait kasus penikaman yang menewaskan Sopyan (23), mahasiswa pelayaran asal Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, di Jalan Boulevard, Kecamatan Panakkukang, Makassar. Penyelidikan sementara mengungkap, insiden berdarah tersebut berawal dari perselisihan antara korban dan kelompok terduga pelaku setelah mereka bertemu di sebuah tempat hiburan malam.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa (27/10/2026) dini hari. Perselisihan berlanjut setelah kedua kelompok meninggalkan tempat hiburan malam di kawasan Jalan AP Pettarani dan kembali bertemu di Jalan Boulevard.

Situasi memanas ketika korban melihat rekannya dihampiri sejumlah orang. Korban kemudian turun dari mobil untuk memastikan kondisi temannya. Pertemuan tersebut berujung cekcok hingga terjadi kontak fisik antara kedua pihak.

Dalam keributan itu, korban diduga mendorong dan memukul salah seorang terduga pelaku. Namun, situasi kemudian berubah menjadi pengeroyokan. Korban terjatuh ke aspal sebelum salah seorang pelaku mengeluarkan badik dan menikamnya sebanyak tiga kali.

Tikaman mengenai bagian paha dan betis kanan korban hingga menyebabkan pendarahan serius. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit oleh rekan-rekannya, tetapi nyawanya tidak tertolong.

Kanit Reskrim Polsek Panakkukang, Iptu Dani Ardin, mengatakan penanganan kasus tersebut melibatkan tim gabungan bersama Jatanras Polrestabes Makassar dan Resmob Polda Sulawesi Selatan.

Dua orang yang lebih dahulu diamankan masing-masing berinisial Arfah (23) dan Ikbal (21) di Kabupaten Takalar. Selanjutnya, empat orang lainnya juga diamankan setelah menyerahkan diri kepada kepolisian.

Dari enam orang tersebut, tiga diduga terlibat langsung dalam penganiayaan. Sementara tiga lainnya masih menjalani pendalaman untuk memastikan keterlibatan masing-masing.

Kasubnit 2 Jatanras Polrestabes Makassar, Ipda Supriadi Gaffar, mengungkapkan Ikbal mengakui telah menikam korban menggunakan badik sebanyak tiga kali. Adapun Arfah mengakui ikut menganiaya korban dengan mendorongnya hingga terjatuh.

Polisi turut menyita sejumlah barang bukti, antara lain sebilah badik yang diduga digunakan dalam penikaman, pakaian korban, pakaian terduga pelaku, celana, dan helm.

Saat ini, penyidik masih memeriksa para terduga pelaku dan saksi untuk memperjelas rangkaian kejadian, penyebab perselisihan, serta peran masing-masing pihak.**