JURNALNEWS.CO.ID – Liabilitas jangka Panjang merupakan suatu kewajiban yang diakibatkan oleh suatu aktivitas transaksi yang jatuh temponya lebih dari satu tahun dilihat dari tanggal neraca. Salah satu contoh dari liabilitas jangka panjang adalah utang obligasi, kredit investasi, utang sewa jangka panjang, utang anak perusahaan kepada induk perusahaan, utang wesel jangka panjang, dan utang pensiun.
Prinsip akuntansi yang perlu diperhatikan dalam penyajian liabilitas jangka panjang di neraca, diantara lain adalah:
1. Obligasi yang telah dilunasi, obligasi yang dibeli sebagai treasury bond, dan obligasi yang belum dapat dikeluarkan harus disajikan kedalam neraca sebagai pengurangan jumlah obligasi yang diizinkan untuk dikeluarkan setara nilai nominalnya.
2. Utang obligasi dapat disajikan dalam neraca pada nilai nominalnya dan dapat dicantumkan tanggal jatuh tempo serta tarif bunganya.
3. Liabilitas jangka panjang dibagi menjadi dua kelompok yaitu liabilitas jangka panjang yang tidak disertai dengan perjanjian tertulis dan liabilitas jangka panjang yang disertai perjanjian tertulis.
4. Liablitas jangka panjang harus dijelaskan dengan cukup dalam neraca. Setiap jenis liabilitas jangka panjang harus disajikan secara terpisah di dalam neraca.
Tujuan dilakukannya pengujian audit subtantif terhadap liabilitas jangka panjang, diantara lain adalah:
1. Menunjukkan bahwa liabilitas jangka panjang yang dicantumkan di dalam neraca merupakan klaim kreditur terhadap aktiva entitas.
2. Menunjukkan bahwa saldo liabilitas jangka panjang mencerminkan kepentingan kreditur yang terdapat pada tanggal neraca dan mencerminkan terjadinya transaksi yang terkait menngenai liabilitas jangka Panjang selama tahun yang dilakukan audit.
3. Menunjukkan kelengkapan transaksi yang dicatat selama tahun yang diaudit dan kelengkapan saldo liabilitas jangka panjang yang disajikan dalam neraca.
4. Mendapatkan keyakinan mengenai keandalan catatan akuntansi yang bersangkutan dengan liabilitas jangka panjang.
5. Menunjukkan kewajaran penyajian dan pengungkapan liabilitas jangka Panjang di dalam neraca.
6. Menunjukkan kewajaran penilaian liabilitas jangka panjang yang telah dicantumkan di dalam neraca.
Pengujian audit subtantif terhadap liabilitas jangka Panjang, diantara lain adalah:
A. Prosedur Audit Awal
1. Mengecek saldo liabilitas jangka panjang yang tercantum di dalam neraca ke saldo akun liabilitas jangka panjang yang bersangkutan dalam buku besar.
2. Menghitung Kembali saldo akun liabilitas jangka panjang di dalam buku besar.
3. Melakukan review terhadap mutasi luar biasa dalam sumber dan jumlah posting dalam akun liabitas jangka panjang.
4. Mengecek saldo awal akun liabilitas jangka panjang ke kertas kerja tahun lalu.
5. Mengecek posting pengkreditan dan pendebitan akun liabilitas jangka panjang ke dalam jurnal yang bersangkutan.
B. Pengujian Terhadap Akun Rinci
1. Membuat daftar liabilitas jangka Panjang
2. Mengkaji surat perjanjian penarikan kredit jangka panjang dan copy trust indenture
3. Memeriksa kesesuaian penilaian liabilitas jangka panjang dengan PABU
4. Melakukan penghitungan kembali amortisasi premi obligasi dan diskonto obligasi
C. Verifikasi Penyajian dan Pengungkapan
1. Melakukan pemeriksaan liabilitas jangka panjang yang akan segera jatuh tempo di dalam neraca.
2. Mempelajari perjanjian liabilitas jangka panjang dan melakukan pengecekan pasal-pasal yang terdapat didalamnya.
3. Melakukan pemeriksaan mengenai penjelasan yang bersangkutan dengan liabilitas jangka Panjang.
M. Ali Anshori (202010170311230)
Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Malang

Tinggalkan Balasan