JURNALNEWS.CO.ID – Kemenkeu – Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) telah berhasil menyelesaikan target sertifikasi Barang Milik Negara (BMN) berupa tanah pada tahun 2021. DJKN bekerjasama dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) ) dan seluruh Kementerian/Lembaga telah berhasil mensertifikasi 27.109 bidang tanah dari target tahun 2021 sebanyak 26.790 bidang tanah.

“Apresiasi juga kami sampaikan kepada jajaran kementerian ATR/BPN dan Kementerian/Lembaga atas kerja keras dan kerja cerdasnya sehingga hingga hari ini capaian sertifikasi telah mencatatkan total 27.109 NUP dengan 20.248 sertifikat hak pakai atas tanah. atas nama pemerintah RI cq Kementerian lembaga telah berhasil diterbitkan atau 101 19 persen dari target Tahun Anggaran 2021,” jelas Dirjen Kekayaan Negara Rionald Silaban pada Rapat Koordinasi Percepatan Sertifikat BMN Berupa Tanah, minggu lalu.

Rio mengatakan, capaian capaian tersebut dapat dijadikan sebagai modal motivasi dalam menghadapi finalisasi sertifikasi BMN pada tahun 2022.

Tantangan yang akan dihadapi dalam sertifikasi BMN pada tahun 2022 akan semakin berat mengingat target yang ditetapkan jauh lebih banyak dibandingkan pada tahun 2021.

“Tahun 2022 merupakan tahun selesainya sertifikasi BMN berupa tanah juga untuk tanah yang sudah memiliki sertifikat hak pakai, namun masih terdaftar atas nama Kementerian/Lembaga atau satuan kerja. Pada kesempatan yang sama.”

Direktur Barang Milik Negara DJKN Encep Sudarwan juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian ATR/BPN dan seluruh K/L yang terlibat dalam sertifikasi BMN.

Menurutnya, peningkatan target dan pencapaian sertifikasi BMN pada tahun 2021 yang akan meningkat menjadi empat Waktu tidak akan tercapai jika tidak ada sinergi yang kuat, ia berharap sinergi yang terbentuk dapat dimaksimalkan sehingga target penyelesaian sertifikasi BMN pada tahun 2022 dapat terwujud.**