MAKASSAR, JURNALNEWS.CO.ID — Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus memperkuat sistem persampahan dengan menambah armada pengangkut dan fasilitas pengolahan sampah di tingkat wilayah.

Kepala DLH Makassar, Helmy Budiman, mengatakan penguatan sarana tersebut dilakukan untuk menjawab tingginya volume sampah sekaligus mendorong pengolahan sejak dari sumbernya.

“Armada tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung proses pengangkutan sampah dari lingkungan permukiman menuju lokasi TPA sesuai jenis kategori pemilahan sampah,” jelas Helmy, Selasa (25/8/2026).

Saat ini, pengangkutan sampah di 14 kecamatan didukung berbagai jenis kendaraan, mulai motor roda tiga, Tangkasaki, dump truck, arm roll truck hingga mobil compactor. Namun, sebagian armada juga mengalami kerusakan sehingga peremajaan dan penambahan kendaraan terus diupayakan.

Pada 2025, Pemkot Makassar telah merealisasikan bantuan 50 unit kendaraan, termasuk dump truck dan arm roll. Sementara pada 2026, DLH kembali menambah 30 unit motor sampah dan 10 unit arm roll.

“Pengadaan armada baru sudah kami lakukan. Pada tahun ini, terdapat penambahan 30 unit motor sampah dan 10 unit armroll,” terangnya.

Selain armada, DLH juga menyiapkan peralatan pengolahan sampah berupa 10 mesin pencacah anorganik, 10 mesin pengayak, dan 24 mesin pembubur yang akan didistribusikan melalui fasilitas TPS3R di kecamatan.

Helmy mengatakan pengadaan mesin pencacah organik juga akan diupayakan pada anggaran berikutnya untuk mempercepat proses pengomposan.

“Mesin-mesin ini didistribusikan ke kecamatan melalui TPS3R. Harapannya, dengan adanya mesin-mesin ini, daya pengolahan sampah di tingkat kecamatan menjadi semakin besar,” tutur Helmy.

Menurutnya, penanganan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pengangkutan menuju tempat pemrosesan akhir. Pemilahan harus dimulai dari rumah tangga agar sampah organik maupun anorganik dapat diolah kembali dan memiliki nilai manfaat.

DLH juga mendorong penguatan Bank Sampah Unit, Bank Sampah Sektor, dan TPS3R agar semakin banyak sampah yang dapat diselesaikan di tingkat masyarakat dan kecamatan sebelum akhirnya dikirim ke TPA.

“Jika Bank Sampah Unit, Bank Sampah Sektor, dan TPS3R sudah bertumbuh dan banyak di masing-masing wilayah, otomatis volume sampah yang dapat diselesaikan akan semakin besar,” ungkapnya.

Dengan penambahan armada serta penguatan teknologi dan fasilitas pengolahan, Pemkot Makassar berharap volume sampah yang masuk ke TPA dapat terus ditekan secara bertahap. (*)