Makassar, JURNALNEWS.CO.ID — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mendorong Kalla Youth Fest 2026 tidak sekadar menjadi festival tahunan, tetapi berkembang sebagai ruang kolaborasi dan pemberdayaan generasi muda di Kota Makassar.

Hal tersebut disampaikan Munafri saat menerima audiensi Kalla Group terkait rencana penyelenggaraan Kalla Youth Fest 2026 di Kantor Balai Kota Makassar, Selasa (11/8/2026).

Menurut Munafri, Kalla Youth Fest memiliki posisi strategis karena sejak awal telah menjadi wadah bagi anak muda untuk berkumpul, berekspresi, mengembangkan kreativitas, sekaligus membangun jejaring.

“Event seperti ini, bermanfaat bagi anak muda karena memperluas jejaring kolaborasi, sekaligus terlibat dalam berbagai isu penting yang berkaitan dengan lingkungan, ekonomi kreatif danaslaah sosial,” hal tersebut disampaikan Munafri saat menerima audiensi Kalla Group terkait rencana penyelenggaraan Kalla Youth Fest 2026 di Kantor Balai Kota Makassar, Selasa (11/8/2026).

Munafri mengatakan Pemerintah Kota Makassar saat ini lebih memilih memperkuat event lokal yang telah memiliki ekosistem dan basis masyarakat dibandingkan terus menciptakan kegiatan baru.

“Sekarang ini, kami membuat event-event, tapi tidak banyak membuat kegiatan, karena butuh kolaborasi,” katanya.

Ia menilai kegiatan yang telah tumbuh dari inisiatif masyarakat memiliki modal penting berupa peminat dan rekam jejak. Dukungan pemerintah diharapkan dapat membuat kegiatan tersebut berkembang lebih besar.

“Kami memaksimalkan apa yang menjadi embrio dari kegiatan lokal yang ada di Kota Makassar yang disupport penuh oleh pemerintah, sehingga event ini bisa lebih besar dan lebih baik lagi ke depannya,” sambung politisi Golkar itu.

Appi, sapaan Munafri, mengaku telah mengikuti perkembangan Kalla Youth Fest sejak awal. Ia melihat kegiatan tersebut mampu membangun citra positif sekaligus menghadirkan ruang yang relevan bagi generasi muda.

“Memang KYF memberikan ruang yang sangat menarik buat anak-anak muda, sehingga acara ini akhirnya mendapat image yang baik dan diselenggarakan secara berkala setiap tahunnya,” ujarnya.

Karena itu, Pemkot Makassar siap memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Kalla Youth Fest 2026. Munafri berharap festival tersebut dapat memberikan dampak yang lebih luas dan tidak berhenti pada kegiatan seremonial.

Ia ingin anak muda yang terlibat memperoleh akses terhadap informasi, jejaring, peluang pengembangan diri, serta ruang untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitas mereka.

“Kita ingin memonetize apa yang dimiliki oleh anak-anak muda, informasi-informasi yang mereka butuhkan dan kegiatan-kegiatan serta ruang yang bisa dibuka untuk memastikan kehadiran mereka ada di sana,” jelas Munafri.

Munafri juga meminta agar Kalla Youth Fest 2026 menghadirkan lebih banyak kegiatan yang menyentuh persoalan nyata yang dihadapi generasi muda di tingkat masyarakat.

Menurutnya, isu kepemudaan tidak hanya berkaitan dengan kreativitas dan talenta. Persoalan seperti kriminalitas, konflik antarkelompok hingga anak putus sekolah juga membutuhkan perhatian dan pendekatan yang melibatkan anak muda.

“Saya berharap dari kegiatan seperti ini ada aksi nyata yang bisa kita lihat. Artinya, bagaimana kita memberikan bukan hanya pengetahuan, tetapi kegiatan kepada anak-anak muda yang ada di Kota Makassar,” harapnya.

Ia berharap Kalla Youth Fest dapat menjangkau berbagai kelompok pemuda, termasuk mereka yang belum memiliki ruang untuk menyalurkan aktivitas dan bakatnya secara positif.

“Anak muda, mereka juga punya support, mereka juga punya kegiatan, mereka butuh ruang dan kembangkan bakat,” tuturnya.

Bagi Munafri, pemberdayaan pemuda harus diterjemahkan ke dalam kegiatan konkret agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Selain memperkuat kegiatan kepemudaan, Munafri membuka peluang kolaborasi antara Kalla Youth Fest dan MCH yang tengah dikembangkan Pemerintah Kota Makassar.

MCH disebut sebagai salah satu dari tujuh program utama Pemkot Makassar yang akan dikembangkan di sejumlah wilayah kecamatan sebagai ruang kreativitas dan aktivitas anak muda.

Dalam audiensi tersebut, Munafri bahkan membuka peluang pemanfaatan ruang di Mall Ratu Indah sebagai salah satu lokasi pengembangan MCH, khususnya bagi anak muda di Kecamatan Panakkukang.

“Kami punya sendiri MCH, ada juga kami sewa tempat. Kalau bisa kita join tempat di Mall Ratu Indah untuk membangun MCH untuk anak-anak kita yang berada di wilayah Kecamatan Panakkukang,” ajak Appi.

Selain Panakkukang, pengembangan MCH juga disiapkan di sejumlah wilayah lain, seperti Kecamatan Tamalanrea, Biringkanaya dan Tamalate.

Munafri menilai keterlibatan pihak swasta dapat memperkuat pengembangan ruang kreatif tersebut. Dengan kolaborasi, pemerintah tidak harus membangun seluruh fasilitas secara mandiri.

“Daripada ruangnya dibiarkan, biarkanlah kami melihat dan kita akan membangun kolaborasi yang solid,” terangnya.

Munafri berharap Kalla Youth Fest ke depan menjadi bagian dari roadmap pembangunan dan pemberdayaan anak muda di Kota Makassar. Kolaborasi juga dinilai perlu diperluas dengan melibatkan dunia usaha dan berbagai perusahaan yang memiliki perhatian terhadap pengembangan generasi muda.

Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak dapat memperkaya kegiatan melalui program pengembangan kapasitas, pembelajaran, mentoring hingga peluang kolaborasi bagi peserta.

“Ini harus kita lakukan di semua kolaborasi lintas sektor untuk memastikan acara ini bisa berjalan dengan baik,” jelasnya.

Munafri menegaskan Pemkot Makassar akan terus memperkuat event lokal yang telah memiliki basis komunitas dan konsisten digelar.

Pemerintah, kata dia, tidak harus selalu membuat agenda baru. Event yang sudah tumbuh di tengah masyarakat justru perlu diperkuat agar mampu berkembang menjadi kegiatan yang lebih besar dan memberikan kontribusi terhadap ekosistem ekonomi kreatif.

“Karena kita selalu mau melihat event-event anak muda yang sudah dibangun secara riset yang baik, menginginkan apa yang diinginkan dan diminati anak-anak muda ini dan dijalankan sudah bertahun-tahun,” pungkasnya. (*)