Makassar, JURNALNEWS.CO.ID — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi mengapresiasi pelaksanaan Panin Expo 2026 yang digelar Bank Panin di Mal Ratu Indah, Jalan Dr Sam Ratulangi, Makassar, Kamis (20/8/2026).
Menurut Munafri, kegiatan yang mempertemukan sektor perbankan, dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat tersebut menjadi salah satu bentuk kolaborasi yang dapat memperkuat aktivitas ekonomi di Kota Makassar.
“Atas nama Pemerintah Kota Makassar, kami mengapresiasi kegiatan Panin Expo ini,” ucap Appi.
Ia mengatakan, pertumbuhan ekonomi yang menunjukkan tren positif harus terus dijaga melalui sinergi berbagai pihak. Pemerintah, perbankan, pelaku usaha, dan masyarakat dinilai memiliki peran masing-masing dalam mempertahankan momentum tersebut.
“Terbukti hari ini kita melihat kegiatan yang dilaksanakan Bank Panin ini merupakan sebuah kegiatan yang memberikan kontribusi kepada Kota ini,” tuturnya.
Munafri menyebut pertumbuhan ekonomi Makassar saat ini mencapai 6,61 persen. Di sisi lain, tingkat inflasi disebut masih mampu dikendalikan pada angka 2,65 persen.
“Di pemerintah kota saat ini, alhamdulillah tren yang kita lihat dari data yang diisyaratkan oleh BPS bahwa pertumbuhan Kota Makassar dari tahun ke tahun lumayan tumbuh,” katanya.
“Tahun ini pertumbuhan kita 6,61 persen dan alhamdulillah kita mampu menjaga inflasi dengan baik, kita di angka 2,65 persen,” tambah dia.
Selain pertumbuhan ekonomi, Munafri menyoroti capaian investasi Kota Makassar sepanjang 2026.
Pemerintah Kota Makassar menetapkan target investasi tahun ini sebesar Rp3,5 triliun. Hingga kuartal kedua, realisasi investasi telah mencapai sekitar Rp2,7 triliun atau 77 persen dari target tahunan.
“Target investasi tahun ini ada di angka Rp3,5 triliun dan sampai kuartal kedua ini kita sudah berada di angka Rp2,7 triliun,” sebutnya.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan iklim investasi di Makassar masih cukup baik. Pemerintah kota pun berkomitmen menjaga kondisi tersebut hingga akhir tahun.
“Artinya, iklim investasi masih bagus dan harus kita jaga sehingga kami berharap di akhir tahun target investasi di Kota Makassar sebesar Rp3,5 triliun ini bisa terealisasi dengan baik,” lanjut Appi.
Munafri menegaskan, menjaga iklim investasi tidak dapat dilakukan pemerintah secara sendiri. Kolaborasi dengan perbankan, dunia usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting untuk menciptakan kondisi yang aman dan kondusif.
“Untuk menjaga ini tentu bukan hal yang mudah. Pemerintah kota tidak mungkin bisa melakukan ini sendirian. Sehingga iklim kolaborasi, iklim kerja sama harus kita jaga dengan baik,” tegasnya.
Ia menilai posisi Makassar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi sekaligus pintu gerbang Indonesia Timur menjadi modal penting dalam menarik investasi.
“Kita tahu hari ini Makassar menjadi salah satu sasaran para investor untuk melihat sebagai pusat atau tempat pintu gerbang Indonesia Timur,” ungkapnya.
Panin Expo 2026 berlangsung selama empat hari, 20–23 Agustus 2026. Kegiatan tahunan tersebut menargetkan nilai transaksi di atas Rp75 miliar.
Regional Manager KTI Bank Panin, Andi Hudli Huduri, mengatakan Panin Expo merupakan agenda rutin yang konsisten digelar setiap tahun. Makassar disebut menjadi satu-satunya wilayah di Indonesia yang secara rutin melaksanakan kegiatan tersebut.
“Untuk tahun ini, event Panin Expo digelar tanggal 20 sampai 23 Agustus. Kita bersyukur karena ini adalah satu-satunya Panin Bank di Indonesia yang secara konsisten melaksanakan kegiatan ini setiap tahun,” ujar Hudli.
Menurut Hudli, pelaksanaan expo tahun ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Makassar. Sejumlah organisasi perangkat daerah juga dilibatkan untuk memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.
“Khusus tahun ini, kita mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Makassar,” katanya.
“Saya melihat komitmen dari Pak Wali Kota ingin membangun Kota Makassar ini jauh lebih baik ke depan. Beberapa hal yang telah dilakukan tentu harus kita apresiasi dengan memberikan support,” sambung Hudli.
Ia berharap keterlibatan OPD dapat membuat masyarakat lebih mudah memperoleh layanan pemerintah di tengah kegiatan yang ramai dikunjungi warga.
“SKPD hadir di sini untuk mendekatkan diri kepada masyarakat dan memberikan pelayanan. Mudah-mudahan ini ada manfaatnya dan saya harap bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Kota Makassar,” ujarnya.
Bank Panin juga menghadirkan sejumlah penawaran pembiayaan selama expo. Untuk KPR, masyarakat mendapatkan skema bunga kompetitif dengan jangka waktu dan angsuran tetap hingga 15 tahun. Sementara pembiayaan kendaraan melalui KPM menawarkan bunga khusus 1,58 persen selama kegiatan berlangsung.
“Selama empat hari kita menawarkan suku bunga yang cukup kompetitif di KPR dengan jangka waktu dan angsuran tetap sampai dengan masa kredit, sampai 15 tahun,” tuturnya.
“Kemudian mobil juga KPM memberikan bunga khusus yaitu 1,58 persen,” lanjutnya.
Hudli mengatakan target transaksi tahun ini tidak hanya memperhitungkan transaksi selama empat hari expo, tetapi juga dampak transaksi yang diharapkan berlanjut setelah kegiatan berakhir.
“Kami menargetkan di acara ini transaksi tentunya di atas Rp75 miliar untuk semuanya. Karena ini bukan hanya empat hari, tetapi efek setelah itu juga yang tentu kita harapkan,” ungkapnya.
Panin Expo 2026 melibatkan sekitar 27 tenant dari berbagai sektor. Selain produk pembiayaan dan layanan perbankan, kegiatan tersebut juga menghadirkan sejumlah mitra dalam ekosistem bisnis Bank Panin.
Di antaranya kantor pusat KPR, Clipan Finance, Asuransi Multi Artha Guna, dan Panin Dai-ichi Life.
Expo tersebut juga dikembangkan sebagai ruang layanan terpadu bagi masyarakat. Pengunjung dapat berkonsultasi mengenai kredit, keuangan, hingga kebutuhan yang berkaitan dengan perizinan.
“Apapun itu, dalam bentuk apapun. Konsultasi mengenai kredit, konsultasi mengenai keuangan, konsultasi yang berhubungan dengan perizinan, semua ada di sini,” tambahnya.
Selain aktivitas ekonomi, Panin Expo juga menghadirkan hiburan dan kegiatan keluarga. Sejumlah lomba disiapkan setiap hari dengan melibatkan anak-anak, orang tua, mitra usaha, hingga karyawan Bank Panin.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi upaya meningkatkan kunjungan masyarakat ke Mal Ratu Indah.
Panin Expo 2026 juga membawa agenda lingkungan dengan membagikan 500 bibit pohon kepada masyarakat. Bibit yang disediakan antara lain ketapang kencana, palem, dan tabebuya.
“Kita siapkan 500 bibit pohon. Ada ketapang kencana, kemudian palem, tabebuya. Kita bagi secara bertahap, karena kalau langsung ditempatkan semuanya pasti habis dan yang lain tidak kebagian,” jelasnya.
Selain itu, sejumlah layanan publik Pemkot Makassar turut hadir. Di antaranya layanan Identitas Kependudukan Digital (IKD) dari Disdukcapil, layanan OSS dan perizinan dari DPMPTSP, serta edukasi pemilahan sampah dari Dinas Lingkungan Hidup.
“Layanan Identitas Kependudukan Digital dari Disdukcapil, kemudian OSS perizinan dari PTSP. Kemudian setiap hari akan dilakukan sosialisasi pemilahan sampah,” ungkapnya.
DLH mendapat ruang khusus selama expo untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya memilah sampah. Hudli mengakui membangun kebiasaan tersebut bukan pekerjaan mudah sehingga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
“Memang ini tidak mudah, tetapi ayo sama-sama kita bahu-membahu secara maksimal untuk mensosialisasikan. Saya berikan waktu di sini kepada DLH setiap hari untuk melakukan sosialisasi,” katanya.
Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar juga memberikan pelayanan, termasuk pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta informasi mengenai Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).
“Dengan adanya Panin Expo tidak hanya menghadirkan produk perbankan dan pembiayaan, tetapi sekaligus menjadi ruang pertemuan antara masyarakat dengan berbagai layanan Pemerintah Kota,” tutup Hudli.
Sementara itu, Munafri berharap Panin Expo 2026 tidak hanya menghasilkan transaksi ekonomi, tetapi juga meningkatkan literasi keuangan masyarakat Makassar.
“Dengan berbagai macam kemudahan yang diberikan dari hari ke hari ini akan menjadi daya tarik tersendiri untuk masyarakat Makassar bisa hadir di kegiatan seperti ini,” katanya.
“Bukan hanya datang untuk melihat apa yang dipamerkan, tetapi bisa menambah literasi keuangan yang lebih baik, literasi keuangan yang lebih inklusif, untuk memastikan bahwa kita sebagai warga Makassar melek terhadap aturan-aturan keuangan dan literasi perbankan yang ada,” lanjut Munafri.
Ia berharap Panin Expo tahun ini mampu memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha.
“Kita berharap tahun ini pun acara Panin Expo ini bisa lebih sukses daripada tahun-tahun sebelumnya,” harapnya.
“Ini adalah bagian dari upaya kita untuk mendekatkan diri kepada masyarakat dengan menghadiri atau mengikuti kegiatan-kegiatan yang akan didatangi oleh begitu banyak pengunjung,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan