Pangkep, JURNALNEWS.CO.ID – Kepolisian mengungkap kasus pembobolan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik Bank Sulselbar yang terjadi di wilayah Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep. Dalam pengungkapan tersebut, tiga orang pelaku berhasil diamankan dan diduga kuat terlibat dalam aksi pencurian yang merugikan pihak bank hingga ratusan juta rupiah.
Aksi pembobolan ATM itu diketahui terjadi pada Rabu, 31 Desember 2025, sekitar pukul 05.00 WITA. Para pelaku menjalankan aksinya pada waktu subuh dengan memanfaatkan situasi sepi. Mereka menggunakan mobil rental sebagai sarana transportasi menuju lokasi kejadian.
Penangkapan ketiga pelaku dilakukan di Kota Makassar, tepatnya di kawasan galangan kapal. Operasi tersebut dilakukan oleh tim Resmob Polda Sulawesi Selatan dengan dukungan Resmob Polres Pangkep setelah dilakukan serangkaian penyelidikan.
Panit II Opsnal Reskrim Polsek Bungoro, IPTU Agussalim, menjelaskan bahwa masing-masing pelaku memiliki peran berbeda dalam menjalankan aksi kejahatan tersebut.
“Kami mengamankan tiga pelaku. Masing-masing memiliki peran, ada yang menyediakan peralatan untuk membongkar ATM, ada yang mengantar, ada yang memerintah, dan ada yang bertugas menghalangi pandangan orang lain,” ungkap Agussalim. Senin (12/1/2026)
Salah satu pelaku berinisial MRA (29) diketahui berperan sebagai otak aksi pembobolan dengan menyiapkan seluruh peralatan yang digunakan. Sementara dua pelaku lainnya, R (44) dan H (33), bertugas memarkir kendaraan serta mengawasi kondisi sekitar lokasi ATM.
Dalam melancarkan aksinya, para pelaku menggunakan alat pemotong besi berupa blender api yang memanfaatkan gas dan oksigen untuk merusak mesin ATM. Mereka juga memanfaatkan sebuah mobil tronton yang diparkir tepat di depan ATM guna menutupi pandangan masyarakat.
“Mobil tronton itu sengaja diparkir di depan ATM agar aktivitas mereka tidak mudah terlihat dan bisa langsung beraksi,” jelasnya.
Akibat kejadian tersebut, pihak Bank Sulselbar mengalami kerugian yang diperkirakan mencapai Rp120 juta. “Nilai kerugian ini masih bersifat sementara dan akan terus kami kembangkan,” tambah Agussalim.
Saat ini, polisi masih mendalami kemungkinan adanya pelaku lain serta menelusuri dugaan keterkaitan dengan tempat kejadian perkara (TKP) lain yang serupa.(rol)

Tinggalkan Balasan