JURNALNEWS.CO.ID – Dalam rangka peringatan Bulan K3 Nasional, Direktur Utama PT Semen Tonasa, Asruddin, menjadi pembicara dalam Seminar K3 Tahun 2025 yang bertema “Optimalisasi Pembinaan dan Peran SDM K3 dalam Peningkatan Produktivitas dan Daya Saing.” Acara ini digelar pada Rabu, 5 Februari 2025, di Ballroom Nusantara Hotel Rinra Makassar, dengan partisipasi 350 peserta secara hybrid—baik secara langsung maupun daring.

Seminar ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk industri manufaktur, perusahaan penyedia jasa K3 (PJK3), instansi pemerintah, akademisi, serta Balai K3.

Dalam paparannya, Asruddin membahas bahaya microsleep, yaitu kondisi tidur singkat beberapa detik yang sering tidak disadari dan dapat berakibat fatal. Ia menjelaskan bahwa selama microsleep, beberapa bagian otak menjadi tidak aktif, termasuk yang memproses suara, sehingga seseorang kehilangan respons terhadap lingkungan sekitarnya.

“Aspek keselamatan kerja sangat erat kaitannya dengan kondisi tubuh. Kelelahan dapat memicu microsleep, yang berisiko tinggi, baik di jalan raya maupun di area pabrik,” ujarnya. Ia pun membagikan beberapa cara untuk menghindarinya, seperti bergantian menyetir, mendengarkan musik yang membangkitkan semangat, mengonsumsi kafein, serta beristirahat jika merasa mengantuk.

Di lingkungan kerja industri, microsleep juga berdampak pada keselamatan, produktivitas, dan efisiensi operasional. Oleh karena itu, PT Semen Tonasa terus meningkatkan pemahaman karyawan tentang pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja melalui pengelolaan jam kerja, optimalisasi lingkungan kerja dengan pencahayaan serta ventilasi yang memadai.

Lebih lanjut, Asruddin menekankan bahwa SDM merupakan faktor kunci dalam peningkatan produktivitas dan daya saing perusahaan. Menurutnya, penerapan K3 yang baik tidak hanya melindungi tenaga kerja, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional serta kesejahteraan karyawan.

“Ada dua alasan utama mengapa SDM berperan penting dalam organisasi, yaitu efisiensi dan efektivitas bisnis, serta perannya dalam pengelolaan K3 dari perencanaan hingga evaluasi,” jelasnya.

Seminar ini juga menghadirkan sejumlah pembicara lain, termasuk Hery Sutanto (Direktur Bina Kelembagaan K3, Kemnaker), Dr. Jayadi Nas (Kadisnakertrans Prov. Sulsel), Prof. Yahya Thamrin (Kaprodi S2 K3 FKM Unhas), serta Abdul Hakim (Koordinator International Labour Organization/ILO).

Di sela-sela seminar, PT Semen Tonasa menerima Buku Asesmen Norma K3 sebagai bentuk pengakuan atas komitmennya dalam menerapkan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di industri. Perusahaan ini telah menjalani asesmen K3 pada Oktober 2024 dan menjadi salah satu dari dua perusahaan di Sulawesi Selatan yang mendapat pengakuan tersebut.

Pencapaian ini semakin memperkuat posisi PT Semen Tonasa sebagai perusahaan yang berorientasi pada keselamatan tenaga kerja dan berkomitmen untuk terus meningkatkan standar K3 di sektor manufaktur.