Makassar, JURNALNEWS.CO.ID — Kepedulian terhadap warga yang terdampak musibah kebakaran terus ditunjukkan Pemerintah Kota Makassar. Kali ini, solidaritas datang dari jajaran aparatur sipil negara (ASN) melalui Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Kota Makassar yang menggalang donasi untuk membantu memenuhi kebutuhan para korban.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkot Makassar telah bergerak memberikan dukungan sesuai tugas dan fungsi masing-masing.
“Setiap SKPD sudah bergerak sesuai dengan tupoksinya masing-masing untuk membantu masyarakat yang terdampak kebakaran. Termasuk memberikan santunan dan batuan lainya,” ujar Munafri, Rabu (12/8/2026).
Menurut Munafri, penanganan warga terdampak tidak dapat dilakukan secara parsial. Pemerintah mengerahkan perangkat daerah dan unsur kewilayahan untuk memastikan kebutuhan masyarakat di lokasi bencana dapat ditangani secara tepat.
Pada penyaluran bantuan tahap awal, pemerintah terlebih dahulu berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan untuk memetakan kebutuhan korban. Dari hasil pemantauan di lapangan, bantuan makanan dinilai sudah cukup banyak karena telah disuplai berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) dan elemen masyarakat.
Sejumlah dapur umum juga telah beroperasi. Bantuan berupa mi instan, minuman hingga biskuit terus berdatangan untuk mendukung kebutuhan sehari-hari warga yang terdampak.
Sementara itu, KORPRI Makassar mengarahkan donasi yang terkumpul pada kebutuhan personal dan perlengkapan yang belum banyak tersedia. Bantuan tersebut antara lain terpal atau alas tidur, pakaian dalam, sandal, perlengkapan mandi seperti sabun dan sampo, serta susu bagi anak-anak.
Pada penyaluran awal, sebanyak 100 dos susu UHT turut diserahkan kepada korban kebakaran. Jumlah bantuan selanjutnya akan disesuaikan dengan kebutuhan dan jumlah keluarga yang terdampak.
Munafri menyebut penggalangan dana KORPRI merupakan bentuk kepedulian sesama ASN terhadap masyarakat yang sedang menghadapi kondisi darurat.
Hingga Selasa (11/8/2026), dana yang berhasil dihimpun telah mencapai puluhan juta rupiah dan terus dikumpulkan untuk memperluas dukungan kepada warga terdampak.
“Jadi, kepedulian sesama lewat bantuan tetap ada. Kalau makanan, Dinas Sosial sudah menyiapkan dan BPBD bantu bantuan lainya,” ungkap Appi.
“Karena itu, kita melihat kebutuhan lain seperti pakaian, obat dan perlengkapan dan kebutuhan pribadi,” tambah politisi Golkar itu.
Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Makassar memastikan warga yang mengalami musibah tetap mendapatkan perlindungan dan pelayanan, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar selama masa tanggap dan pascabencana.
Sejumlah kejadian kebakaran yang terjadi di permukiman padat penduduk dalam beberapa waktu terakhir turut menjadi perhatian pemerintah. Di antaranya kebakaran di kawasan pesisir Jalan Sultan Abdullah, Kecamatan Tallo, yang berdampak terhadap puluhan rumah warga.
Kebakaran juga terjadi di kawasan permukiman padat penduduk Jalan Kandea, Kelurahan Baraya, Kecamatan Bontoala. Kondisi tersebut membuat penanganan dan bantuan kepada korban perlu dilakukan secara berkelanjutan.
Selain memastikan bantuan bagi korban, Munafri mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di tengah kondisi musim kemarau dan cuaca panas.
Menurutnya, kebakaran dapat terjadi sewaktu-waktu akibat berbagai faktor, termasuk korsleting listrik dan kelalaian dalam menggunakan peralatan rumah tangga.
“Memang kondisi seperti ini memungkinkan bisa terjadi. Tetapi yang harus kita pastikan harus mencegah. Selalu saya sampaikan di mana pun, kita harus menjaga kewaspadaan,” imbuh Munafri.
Ia meminta masyarakat tidak membiarkan kabel maupun perangkat pengisi daya tetap terhubung dengan sumber listrik ketika tidak digunakan. Pemeriksaan terhadap stop kontak dan instalasi listrik juga perlu dilakukan secara berkala.
“Hal-hal yang gampang dan mudah terbakar itu harus kita antisipasi dan kontrol,” jelasnya.
Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan saat menggunakan kompor maupun tabung gas. Munafri mengingatkan masyarakat memastikan seluruh peralatan tersebut dalam kondisi aman setelah digunakan.
Di sisi lain, Pemkot Makassar memastikan layanan penanganan kebakaran melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan tetap siaga selama 24 jam.
“Di Pemerintah Kota juga pasti memastikan bahwa pelayanan dari Pemadam Kebakaran harus standby 24 jam, sesigap dan secepat apa yang mereka harus bisa lakukan,” tuturnya.
Munafri menilai kecepatan respons menjadi faktor penting dalam menekan dampak kebakaran. Semakin cepat api ditangani, semakin besar peluang untuk mencegah kebakaran meluas dan mengurangi kerugian masyarakat.
Untuk penanganan pascakebakaran, Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga diminta memperkuat dukungan bersama pemerintah di tingkat kecamatan dan kelurahan.
“Kalau sudah terjadi, pasca terjadinya tentu supporting dari Dinas Sosial dan BPBD harus lebih maksimal bersama dengan teman-teman yang ada di wilayah seperti camat dan lurah,” ujarnya.
Munafri menegaskan bahwa langkah paling efektif dalam menghadapi bencana kebakaran adalah memperkuat pencegahan. Kesadaran masyarakat untuk menjaga keamanan lingkungan rumah dinilai menjadi kunci untuk mengurangi risiko korban dan kerugian material.
Karena itu, ia mengajak masyarakat tidak menganggap remeh potensi bahaya yang ada di sekitar rumah, mulai dari instalasi listrik, penggunaan perangkat elektronik hingga peralatan memasak.
“Saya mengimbaubseluruh masyarakat untuk tetap mawas diri, antisipasi segala kemungkinan di sekitar rumah kita sendiri,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan