Makassar, JURNALNEWS.CO.ID — Pemerintah Kota Makassar memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi musim kemarau panjang dan kekeringan ekstrem dengan memastikan fasilitas penyediaan air bersih tetap berfungsi optimal.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, meninjau langsung fasilitas Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) atau PAMSIMAS di Kelurahan Cambaya, Kecamatan Ujung Tanah, Rabu (19/8/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi sarana penyediaan air sekaligus memastikan fasilitas yang telah dibangun Pemerintah Kota Makassar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya warga yang masih mengalami keterbatasan akses air bersih.

“Saya datang langsung ke lokasi melihat SPAM ini. Tujuannya memastikan ketersediaan air pompa ini berjalan dan manfaat untuk warga disini,” ujar Appi.

Fasilitas SPAM yang berada di sekitar RW 03 Kelurahan Cambaya itu menjadi salah satu solusi pemerintah dalam memperluas akses air bersih. Saat berada di lokasi, Munafri melihat langsung sumur bor dan sistem distribusi air yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat.

Di kawasan tersebut terdapat lima sumur bor. Tiga di antaranya merupakan bantuan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar yang dibangun untuk menunjang kebutuhan air warga.

Menurut Munafri, fasilitas tersebut telah diserahkan kepada masyarakat untuk dikelola secara mandiri dan swadaya. Setelah berjalan sekitar empat bulan, kapasitas layanan SPAM bahkan berkembang melampaui target awal.

“Tadi saya datang lihat SPAM ini, sekitar empat bulan berjalan, diberikan oleh PU kepada masyarakat untuk dikelola secara mandiri, secara swadaya,” kata Munafri.

Awalnya, jaringan SPAM tersebut diproyeksikan melayani sekitar 83 rumah. Namun, dalam pelaksanaannya, jumlah penerima manfaat meningkat menjadi 109 rumah.

“Ini mengaliri, target awalnya kurang lebih hanya 83 rumah, tapi akhirnya menjadi 109 rumah yang mereka layani,” terang Appi.

Munafri menilai keberadaan SPAM Cambaya merupakan bagian penting dari strategi Pemkot Makassar dalam menghadapi ancaman kekeringan. Terlebih, sejumlah wilayah memiliki keterbatasan sumber air yang semakin terasa ketika memasuki musim kemarau.

“Ini adalah salah satu antisipasi kita untuk bagaimana mengantisipasi kemarau panjang,” katanya.

Tidak berhenti di Cambaya, Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas PU juga menyiapkan pembangunan SPAM di sejumlah wilayah lain.

Sedikitnya 13 titik tambahan telah direncanakan untuk memperluas jangkauan layanan air bersih. Lokasi pembangunan akan diarahkan ke kawasan yang dinilai memiliki tingkat kebutuhan air tinggi dan rentan terdampak kekeringan.

“Di beberapa wilayah tahun ini, Dinas PU juga sudah merencanakan membuat SPAM seperti ini di 13 titik tambahan lagi yang harus kita maksimalkan di wilayah-wilayah yang sangat terdampak,” jelasnya.

Munafri mengatakan kondisi musim kemarau tahun ini perlu mendapat perhatian serius. Pemerintah memperkirakan periode musim kering berlangsung cukup panjang dengan kondisi yang relatif lebih kering dibandingkan kondisi normal.

“Hitungan kita ini lumayan panjang musim keringnya dan sangat kering. Memang dibutuhkan supporting, khususnya daerah-daerah yang pada musim biasa saja susah air, apalagi musim kering,” ungkap Munafri.

Karena itu, pemerintah akan melakukan pemetaan terhadap kawasan yang membutuhkan dukungan fasilitas air bersih. Jajaran kecamatan juga diminta memberikan masukan agar pembangunan SPAM berikutnya benar-benar tepat sasaran.

“Makanya dari peninjauan ini, kita mau lihat juga di Cambaya dan melihat masukan dari Pak Camat, di mana lagi lokasi yang sangat membutuhkan untuk kita bisa buat,” tuturnya.

Dalam peninjauan itu, Munafri juga memastikan mekanisme distribusi air SPAM Cambaya berjalan dengan melibatkan masyarakat sebagai pengelola.

Air yang bersumber dari sumur bor didistribusikan secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga warga di sekitar lokasi.

“Didistribusikan, dilakukan secara mandiri oleh masyarakat,” terang Ketua IKA FH Unhas itu.

Menurut Munafri, pola pengelolaan berbasis masyarakat menjadi salah satu keunggulan fasilitas tersebut. Warga tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga memiliki peran dalam menjaga dan mengelola sarana secara swadaya.

Masyarakat yang membutuhkan air juga dapat mengambil langsung dengan membawa wadah atau jeriken untuk digunakan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Warga yang mengelola sendiri,secara mandiri seperti itu untuk pengelolaannya,” katanya.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa fasilitas air bersih masih menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat, terutama di kawasan yang belum seluruh rumahnya memiliki akses air secara langsung.

Munafri turut memastikan kualitas air dari sumur bor SPAM Cambaya berada dalam kondisi baik. Sumber air tersebut berasal dari sumur dengan kedalaman sekitar 180 meter.

“Kualitasnya bagus. Sumur kedalamannya 180 meter,” kata Munafri.

Dengan beroperasinya SPAM Cambaya, Pemkot Makassar berharap warga memiliki sumber air alternatif yang dapat diandalkan ketika pasokan air mengalami tekanan akibat musim kemarau.

Pemerintah Kota Makassar juga akan terus memetakan wilayah yang membutuhkan fasilitas serupa sebagai bagian dari strategi menghadapi dampak kekeringan sekaligus menjaga kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

“Langkah ini, menjadi bagian dari upaya pemerintah Kota memperkuat ketahanan masyarakat terhadap perubahan kondisi cuaca, terutama di kawasan yang secara rJutin mengalami persoalan ketersediaan air saat musim kemarau,” tukas Appi. (*)