JURNALNEWS.CO.ID – Taman Nasional (TN) Mutis Timau di Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), resmi menghentikan kunjungan pasca 10 wisatawan dan pendaki alami hipotermia.
Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi NTT mengumumkan ini pada Selasa 28 Januari 2025.
Kepala BBKSDA NTT, Arief Mahmud, menyampaikan penutupan TN Mutis Timau ini bakal berlangsung hingga 14 Februari 2025.
“Untuk keamanan dan kenyamanan pengunjung wisata alam, kunjungan wisata, pendakian dan camping ke TN Mutis Timau, sementara ditutup sampai kondisi cuaca normal kembali,” tukasnya.
Penutupan selama 18 hari sesuai juga dengan prakiraan cucaca Provinsi NTT yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Menurut BMKG, NTT masih mengalami cuaca ekstrem Februari nanti. Kondisi ini bisa memicu hipotermia di lokasi seperti Mutis.
Hipotermia sendiri adalah kondisi medis ketika suhu tubuh menurun di bawah 35°C atau kehilangan panas lebih cepat daripada yang dapat dihasilkan oleh tubuh. Kondisi ini terjadi karena paparan cuaca dingin, air dingin, atau pakaian yang tidak memadai dalam suhu rendah.
“Ini perlu diwaspadai untuk keselamatan pengunjung kawasan TN Mutis Timau,” tegas Arif lagi.
Arif menyebut per 25 – 26 Januari 2025 ada 4 kasus pendaki dan wisatawan mengalami hipotermia di lokasi TN Mutis Timau. Kasus serupa pernah terjadi di 5 September – 17 November 2024 dengan 6 korban. Seluruhnya 10 orang mengalami hipotermia.
Puskesmas Fatumnasi yang menangani kasus hipotermia ini pun sudah mulai pulih setelah mendapatkan perawatan.
BBKSDA NTT sebelumnya mencatat adanya 7.435 wisatawan yang berkunjung ke TN Mutis Timau periode September 2024 hingga Januari 2025 ini.
Penulis: Putra Firmandus

Tinggalkan Balasan