JURNALNEWS.CO.ID — Perbaikan jalan, pelebaran drainase, lampu penerangan jalan, hingga bantuan mesin menjadi sejumlah aspirasi yang disampaikan warga Bonto Perak kepada Anggota DPRD Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Abdul Rauf, dalam kegiatan reses masa sidang pertama 2026, Senin (19/10/2026).
Puluhan warga menghadiri reses legislator Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang membutuhkan perhatian pemerintah, terutama terkait infrastruktur dan kebutuhan masyarakat di Kelurahan Bonto Perak, Kecamatan Pangkajene.
Abdul Rauf yang juga menjabat Ketua DPD PAN Pangkep sekaligus Ketua Fraksi Amanat Bangsa DPRD Pangkep mengatakan, reses menjadi momentum untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus mengidentifikasi kebutuhan pembangunan yang perlu diperjuangkan.
Anggota DPRD dari Daerah Pemilihan (Dapil) I yang meliputi Kecamatan Pangkajene, Minasatene, dan Balocci itu menegaskan komitmennya untuk mengawal usulan warga melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait.
Salah satu aspirasi yang menjadi perhatian ialah bantuan mesin bagi masyarakat yang membutuhkan dukungan peralatan untuk menunjang aktivitas mereka.
“Untuk bantuan mesin, kami akan mengupayakan melalui koordinasi dengan DPR RI, khususnya bagi masyarakat yang sebelumnya belum pernah mendapatkan bantuan,” ujar Abdul Rauf.
Selain itu, ia turut menyoroti kebutuhan sektor pendidikan di Bonto Perak. Menurutnya, dukungan anggaran perlu diperhatikan untuk menunjang kebutuhan sekolah, dengan kisaran anggaran yang diharapkan mulai Rp500 juta hingga Rp2 miliar.
Ia menjelaskan, seluruh usulan yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan perjuangan sesuai kewenangan legislatif serta mekanisme perencanaan dan penganggaran pemerintah.
Dalam sesi dialog, H. Kasim, warga Maccini Oto, menyampaikan keluhan mengenai kondisi jalan di sekitar kawasan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Ia berharap ruas jalan yang belum tersentuh pembangunan segera mendapatkan pengecoran.
“Kami berharap jalan yang berada di dekat PDAM itu bisa segera dilakukan pengecoran, karena masih ada beberapa bagian yang belum tersentuh pembangunan,” ungkap H. Kasim.
Keluhan serupa disampaikan Baharuddin. Ia meminta pemerintah memberikan perhatian terhadap jalan di sekitar lapangan, termasuk memperbaiki saluran drainase dan mengaktifkan kembali lampu penerangan jalan yang tidak berfungsi.
“Jalan di sekitar Lapangan perlu diperbaiki. Saluran air juga perlu diperlebar supaya aliran air lebih lancar. Selain itu, kami berharap lampu jalan yang ada bisa kembali berfungsi,” kata Baharuddin.
Menanggapi masukan tersebut, Abdul Rauf menyatakan akan mengoordinasikan aspirasi warga dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar setiap usulan dapat ditelaah berdasarkan kebutuhan, kewenangan, dan ketersediaan anggaran.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam reses penting untuk memastikan persoalan di tingkat kelurahan dapat diketahui secara langsung dan menjadi pertimbangan dalam penyusunan program pembangunan.
Di luar persoalan infrastruktur, Abdul Rauf juga mengingatkan pentingnya mempertahankan identitas Bonto Perak sebagai kampung santri. Wilayah tersebut memiliki pesantren dan sekolah keagamaan yang dinilai berperan dalam membentuk karakter generasi muda.
“Bonto Perak ini merupakan kampung santri. Kita memiliki pesantren dan sekolah keagamaan. Saya berharap anak-anak muda kita bisa memaksimalkan keberadaan lembaga pendidikan agama ini agar kampung kita tetap menjadi wilayah yang menjunjung tinggi nilai-nilai religius,” ujarnya.
Ia berharap lembaga pendidikan keagamaan terus dimanfaatkan untuk melahirkan generasi muda yang berilmu, berakhlak, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan bermasyarakat.(**)

Tinggalkan Balasan