BONTANG, JURNALNEWS.CO.ID – Komunitas Panji Beber memperkenalkan filosofi dan nilai budaya keris Jawa kepada generasi muda melalui talk show pengenalan pusaka dalam kegiatan Gebyar Literasi 2026 di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Bontang, Kamis (15/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan keris tidak hanya sebagai senjata tradisional, tetapi juga sebagai warisan budaya yang memiliki nilai sejarah, filosofi, dan keterampilan pembuatan yang diwariskan secara turun-temurun.
Ketua Panji Beber, Maryono, hadir sebagai narasumber untuk memberikan pemahaman mengenai keberadaan keris dalam kehidupan masyarakat Jawa. Ia menjelaskan bahwa keris dikenal di berbagai lapisan masyarakat, mulai dari kalangan umum hingga lingkungan bangsawan.
Menurut Maryono, pengenalan keris kepada generasi muda perlu dilakukan secara menyeluruh. Penjelasan tidak cukup hanya berfokus pada bentuk dan tampilan bilah, tetapi juga mencakup proses pembuatannya, teknik memegang, serta latar belakang penggunaannya dalam tradisi Jawa.
“Pengenalan keris perlu disertai penjelasan yang bisa dipelajari, mulai dari proses pembuatannya secara teknis, cara memegangnya, hingga alasan masyarakat Jawa menggunakan keris,” jelas Maryono.
Dalam sesi tersebut, Maryono turut memperagakan cara memegang keris yang memiliki teknik tersendiri. Peserta juga memperoleh pengetahuan mengenai aspek eksoteris keris, yaitu unsur yang dapat diamati secara fisik, termasuk bentuk, karakteristik, dan tampilan bilahnya.
Ia menilai, pendekatan edukatif yang ditunjang literatur dan referensi dapat membantu masyarakat memahami keris secara lebih objektif. Dengan demikian, warisan budaya tersebut tidak hanya dikenal melalui cerita turun-temurun, tetapi juga dipelajari berdasarkan pengetahuan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Sebagai komunitas yang bergerak dalam pelestarian benda pusaka di Kota Bontang, Panji Beber berupaya menjaga agar pengetahuan tentang keris tetap hidup di tengah perubahan zaman. Pengenalan budaya melalui kegiatan literasi menjadi salah satu cara untuk mendekatkan warisan tradisional kepada masyarakat, terutama kalangan muda.
Maryono berharap edukasi mengenai keris dapat menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat, termasuk pelajar dan warga dari beragam latar belakang etnis di Bontang.
“Generasi sekarang perlu dikenalkan dengan keris melalui cara yang mudah dipahami dan memiliki dasar referensi. Ke depan, kami ingin menjangkau pelajar serta kalangan masyarakat lainnya, termasuk berbagai etnis di Bontang,” ujarnya.
Melalui partisipasi dalam Gebyar Literasi 2026, Panji Beber berharap pemahaman masyarakat terhadap keris sebagai bagian dari kekayaan budaya Nusantara semakin meningkat. Upaya ini sekaligus diharapkan menumbuhkan kepedulian generasi muda untuk mengenal, mempelajari, dan melestarikan warisan budaya agar tetap dikenal oleh generasi berikutnya.
Editor: Iwan

Tinggalkan Balasan