Pangkep, JURNALNEWS.CO.ID – Puluhan siswa dari dua sekolah di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi hidangan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Labakkang, Senin (8/12/2025).
Kapolsek Labakkang, AKP Sofyanto, membenarkan insiden tersebut. Ia menyebut pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari pihak sekolah.
“Kami mendapat informasi sekitar pukul 21.00 Wita bahwa sejumlah siswa mengalami muntah, diare, dan sakit perut. Kami segera turun ke lokasi bersama jajaran Polres Pangkep untuk memastikan kondisi para siswa,” ujarnya.
Berdasarkan pendataan awal, Keracunan MBG ini terjadi kepada siswa di 2 sekolah yaitu SMA 13 Boarding School Pangkep dan SD Negeri 13 Kassiloe,
Salah satu siswa terdampak, Anugerah Ali Pratama, menceritakan awal mula ia merasakan gejala.
“Pas makan, masih aman. Makanannya masih enak, tidak ada juga bau. Jam 5 sore saya mual-mual dan sakit perut,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa tidak mengonsumsi makanan lain selain hidangan MBG yang diterima sekolah.
“Saya makan menu MBG tadi siang. Selepas makan siang, tidak ada lagi makanan yang masuk, Pak. Pas jam 5 sore langsung sakit perut,” tuturnya.
Setelah mendapat perawatan medis, kondisi Anugerah mulai membaik.
“Setelah dikasih obat baru lumayan baikan, sekarang sudah baik,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Pangkep, Mansyur TP, melaporkan bahwa total 74 siswa tercatat terdampak. Dugaan awal mengarah pada makanan yang dikirim salah satu SPPG di wilayah Labakkang.
“Kemarin itu diduga ada keracunan makanan di sekolah yang diberikan dari SPPG di Kecamatan Labbakkang. Ada dua sekolah yang melapor, dengan total 74 orang terdampak,” kata Mansyur, Selasa (09/12/2025).
Menurutnya, gejala mulai dirasakan sejak pukul 16.00 Wita, namun puncak laporan terjadi setelah salat Magrib. Para siswa mengeluhkan mual, sakit perut, hingga muntah.
“Gejalanya muncul hampir bersamaan. Ada yang mual, sakit perut, dan sebagian muntah,” ujarnya.
Pada malam kejadian, 27 siswa dilarikan ke berbagai fasilitas kesehatan, mulai dari Puskesmas Labakkang, Puskesmas Taraweang, STMC Tonasa, hingga RS Batara Siang. Per Selasa siang, jumlah pasien yang masih menjalani perawatan tersisa 17 orang.
Dinas Kesehatan Pangkep telah menurunkan tim surveillance serta tim kesehatan lingkungan untuk melakukan investigasi. Sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan telah diambil.
“Kami ambil sampel dari lauknya, diduga dari ayam. Tapi hasilnya belum keluar. Hasil pemeriksaan laboratorium diperkirakan baru diketahui sekitar pukul 22.00 Wita malam ini,” jelas Mansyur.
Sambil menunggu hasil uji laboratorium, Dinkes juga memberikan pembinaan dan pemantauan ketat terhadap SPPG Labbakkang 02 yang menjadi bagian dari distribusi program MBG.

Tinggalkan Balasan