JURNALNEWS.CO.ID – PANGKEP — Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Pangkep menggelar rapat koordinasi (rakor) Penyusunan Program Prioritas Desa Tahun 2025 di Ruang Rapat Wakil Bupati, Rabu (4/12/2024).

Rakor ini dibuka oleh Wakil Bupati Pangkep, Syahban Sammana, dan dihadiri sejumlah pejabat daerah, termasuk Plt Asisten I Asrul Asikin, Sekretaris DPMD Zulfadli, Kepala BKAD Pangkep Asri, Kepala DP2KBP3A Nurliah Sanusi, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Sabrun Jamil, Kadis Sosial Asykur Abu Bakar, serta perwakilan APDESI, kepala desa, dan Baznas.

Dalam sambutannya, Syahban Sammana menyampaikan bahwa rakor ini bertujuan mengumpulkan masukan untuk penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (RAPBDes). Ia menekankan empat fokus utama dalam penyusunan APBD, yaitu pengentasan kemiskinan, pencegahan stunting, pengendalian inflasi, dan pertumbuhan ekonomi.

“Kami berharap kepala desa dapat memperkuat program prioritas ini, sejalan dengan program Presiden Prabowo, seperti pemberian makanan bergizi,” ujar Syahban.

Sementara itu, Sekretaris DPMD Zulfadli menjelaskan bahwa rakor ini bertujuan menyinkronkan tema pembangunan antara pemerintah daerah dan desa untuk tahun 2025. Sinkronisasi ini diharapkan dapat memastikan keselarasan program antara pemerintah desa dan daerah.

“Kami melibatkan perangkat daerah agar program pembangunan di desa sesuai dengan program yang dijalankan di tingkat kabupaten. Dengan demikian, proses perencanaan dan penganggaran desa akan lebih sistematis dan terintegrasi,” jelas Zulfadli.

Untuk tahun 2025, pagu anggaran Dana Desa ditetapkan sebesar Rp61,8 miliar, Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar Rp83,9 miliar, dan Dana Bagi Hasil Pajak sebesar Rp11,3 miliar.

Zulfadli menambahkan bahwa prioritas penggunaan dana desa meliputi ketahanan pangan, Bantuan Langsung Tunai (BLT), serta pencegahan dan penanganan stunting.

“Sesuai regulasi dari Kementerian Desa, ketahanan pangan, BLT, dan penanganan stunting tetap menjadi prioritas. Nantinya, persentase penggunaan dana akan ditentukan berdasarkan skala prioritas,” pungkasnya.