JURNALNEWS.CO.ID – Investor Asing Makin Percaya Diri Berinvestasi di Indonesia – Realisasi investasi semester I-2022 (Januari–Juni) telah mencapai 51% dari target investasi 2022. Penanaman modal asing (PMA) terbesar masih dari Singapura. Menteri Penanaman Modal/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan capaian ini mengindikasikan pemulihan kinerja investasi, dimulai dari pandemi yang melanda selama dua tahun (2020-2021).

Realisasi yang mencapai Rp584,6 triliun pada kuartal II 2022 itu berarti Kementerian Penanaman Modal/BKPM telah mengumpulkan sekitar 51% dari total target investasi tahun ini sebesar Rp1.200 triliun.

Kita bersyukur, kondisi ini tentunya tidak lepas dari dukungan kebijakan pemerintah dalam memberikan vaksin booster kepada masyarakat serta melonggarkan mobilitas dan aktivitas masyarakat, kata Bahlil dalam konferensi pers

“Realisasi Investasi Triwulan II-2022” yang digelar di Kantor Kemenves/BKPM, 20 Juli 2022. Sedangkan pada triwulan II tahun 2022 (April-Juni) sebesar Rp. 302,2 triliun, meningkat 7 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Kenaikan tingkat realisasi investasi pada triwulan II 2022 sebesar 7 persen ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang diperkirakan akan mencapai lebih dari 5 persen, atau melebihi realisasi pada triwulan I tahun 2022 yang mencapai Rp282,4 triliun.

“Kenaikan tingkat realisasi investasi pada triwulan II 2022 sebesar 7,0% sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang diprediksi oleh beberapa pengamat ekonomi lebih dari 5%, melebihi triwulan I 2022,” kata Bahlil.

Distribusi realisasi investasi di luar Jawa masih lebih besar dibandingkan investasi di Jawa. Pada semester I 2022, investasi di luar Jawa mencapai Rp 306 triliun atau 52,3%. Sedangkan investasi di Pulau Jawa sebesar Rp278,8 triliun atau 47,7%.

Di Pulau Jawa, daerah dengan nilai investasi tertinggi adalah Jawa Barat (Rp 83,5 triliun), Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta (Rp 80,5 triliun), dan Jawa Timur (Rp 53,5 triliun). Sementara itu, investasi di luar Jawa mendapat kontribusi besar dari Sulawesi Tengah (Rp 52,1 triliun) dan Riau (Rp 44,4 triliun).

Kita juga patut mensyukuri realisasi triwulan ini menyerap tenaga kerja sebanyak 320.534 orang, sedangkan selama periode Januari-Juni 2022 sebanyak 639.547 orang.

Berdasarkan sektor usaha, pada semester I-2022, data realisasi investasi terbesar berasal dari sektor industri pengolahan, khususnya sektor industri logam dasar, barang dari logam, non mesin dan peralatan, yaitu sebesar Rp87,9 triliun.

Sektor lain sebagai penyumbang terbesar, terdiri dari sektor pertambangan (Rp68,2 triliun), transportasi, pergudangan, telekomunikasi (Rp65,1 triliun), perumahan, kawasan industri dan perkantoran (Rp51,6 triliun), dan industri makanan Rp42 triliun.

Kontribusi sektor industri yang memberikan nilai tambah khususnya industri pengolahan yang terkait dengan hilirisasi pertambangan, industri makanan, industri kimia dan farmasi yang cukup signifikan terhadap angka realisasi investasi dalam beberapa triwulan terakhir mencerminkan transformasi ekonomi yang sedang berlangsung di tahun Indonesia. Kondisi ini juga menunjukkan bahwa proses industrialisasi juga semakin berkembang, kata Bahlil.

Berdasarkan sumbernya, kontribusi Penanaman Modal Asing (PMA) pada triwulan II 2022 mencapai Rp. 163,2 triliun atau 54 persen dari total investasi, meningkat 39,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2021.

Kontribusi PMA tertinggi dibandingkan beberapa triwulan sebelumnya. Sedangkan realisasi investasi dari PMA pada semester I 2022 sebesar Rp 310,4 triliun atau 53,1 persen. Singapura masih menjadi negara dengan investasi terbesar di Indonesia. PMA semester I-2022 berasal dari Singapura (6,7 miliar dolar AS), Republik Rakyat China (3,6 miliar dolar AS), Hong Kong China (2,9 miliar dolar AS), Jepang (1,7 miliar dolar AS), dan Amerika Serikat/ AS (USD 1,4 miliar).

Amerika masih konsisten masuk dalam lima besar investor asing terkait industri peleburan, seperti Freeport dan Air Products, yang sudah mulai beroperasi di Kalimantan dan Riau.

Sementara itu, kontribusi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) pada triwulan II 2022 mencapai Rp274,2 triliun atau 28 persen dari realisasi periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, Bahlil menilai, situasi ekonomi global saat ini masih diselimuti ketidakpastian, akibat konflik geopolitik Rusia-Ukraina.

Pengetatan suku bunga oleh bank sentral AS juga menjadi tantangan serius bagi iklim investasi di Indonesia. Namun Bahlil tetap optimistis target realisasi investasi yang diarahkan Presiden Joko Widodo sebesar Rp. 1.200 triliun dapat tercapai berkat sinergi bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan investor.

Bahlil juga mengatakan, faktor keberhasilan investasi hingga semester I 2022 karena kepercayaan investor terhadap kepemimpinan Jokowi, kepercayaan terhadap stabilitas politik, proses hukum investasi yang terus membaik, dan transparansi percepatan pelayanan yang semakin baik. sumber Indonesia.go.id