Maros, JURNALNEWS.CO.ID – 11 November 2025 — Suasana SLBN 1 Maros tampak semarak pada Selasa pagi, 11 November 2025, ketika sekolah tersebut menggelar Pameran Seni Siswa yang menampilkan berbagai karya kreatif dari peserta didik berkebutuhan khusus. Kegiatan tahunan ini menjadi ajang apresiasi bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan dan bakat mereka dalam bidang seni, kerajinan tangan, serta keterampilan kewirausahaan.

Disambut Tarian Paduppa yang Penuh Kehormatan

Kegiatan pameran semakin istimewa dengan kehadiran Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sulawesi Selatan, Ibu Melani Simon Jufri, bersama rombongan pengurus DWP. Turut hadir pula Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I yang di wakili ibu kasi, yang memberi dukungan penuh atas terlaksananya kegiatan tersebut.

Kedatangan rombongan disambut hangat dengan Tarian Paduppa oleh para siswa SLBN 1 Maros. Tarian tradisional khas Sulawesi Selatan ini menggambarkan bentuk penghormatan kepada tamu yang datang, sekaligus menjadi simbol bahwa para siswa memiliki kemampuan dalam bidang seni budaya.

Beragam Karya Ditampilkan dalam Pameran

Dalam pameran yang diselenggarakan di aula sekolah, siswa dari jenjang SDLB, SMPLB, dan SMALB memamerkan karya terbaik mereka, di antaranya:

⦁ Lukisan hasil karya siswa, mulai dari tema lingkungan, flora-fauna, hingga ekspresi bebas.
⦁ Karya pembuatan sandak jepit, yang menunjukkan keterampilan siswa dalam membuat aksesori fungsional dari bahan sederhana.
⦁ Karya pembuatan aksesori, seperti gelang, kalung, bros, dan produk kerajinan kecil lainnya.
⦁ Sajian makanan kecil yang disiapkan oleh orang tua siswa sebagai bentuk dukungan dan kolaborasi keluarga dalam kegiatan sekolah.

Pameran ini tidak hanya menjadi ajang mengekspresikan kreativitas, tetapi juga melatih kemandirian, koordinasi motorik, keterampilan vokasional, serta memperkuat hubungan sosial antara siswa, guru, dan orang tua.

Penyerahan Hadiah Lomba Melukis

Salah satu rangkaian acara yang paling dinantikan adalah pengumuman dan penyerahan hadiah bagi pemenang lomba melukis. Lomba ini diikuti oleh siswa dari tingkat SDLB, SMPLB, hingga SMALB dengan antusias. Para pemenang menerima piagam, hadiah, dan apresiasi dari pihak sekolah serta tamu undangan. Lomba ini diharapkan dapat meningkatkan rasa percaya diri siswa dalam menampilkan karya seni mereka.

Dirangkaikan dengan HUT ke-26 Dharma Wanita Persatuan

Kegiatan pameran ini sekaligus menjadi momentum untuk memperingati Hari Ulang Tahun Dharma Wanita Persatuan (DWP) ke-26. Dalam kesempatan tersebut, Ketua DWP Provinsi Sulawesi Selatan menyerahkan bantuan sosial kepada 117 siswa SLBN 1 Maros berupa perlengkapan sekolah.

Perlengkapan sekolah ini diharapkan dapat mendukung proses belajar siswa dan meringankan beban orang tua. Selain itu, sekolah juga menerima bantuan berupa : 1 unit kursi roda, 1 unit dispenser, dan Kipas angin, yang akan digunakan untuk mendukung fasilitas layanan pendidikan di SLBN 1 Maros.

Apresiasi dari Pihak Sekolah

Kepala SLBN 1 Maros dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada DWP Provinsi Sulawesi Selatan atas perhatian dan kepedulian yang diberikan kepada siswa berkebutuhan khusus.

Beliau menegaskan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting dalam rangka memberikan pengalaman langsung kepada siswa untuk mengembangkan bakat dan minat mereka, serta mengenalkan karya mereka kepada masyarakat luas. Dukungan DWP, orang tua, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari peningkatan kualitas layanan pendidikan di SLBN 1 Maros.

Menumbuhkan Kreativitas, Kemandirian, dan Kolaborasi

Pameran Seni SLBN 1 Maros tahun 2025 tidak hanya menjadi ajang tahunan, tetapi sekaligus wujud nyata bahwa anak berkebutuhan khusus memiliki potensi besar dalam berkarya. Dengan wadah yang tepat, mereka mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya dan berkontribusi dalam dunia seni serta kewirausahaan.

Melalui kegiatan ini, sekolah berharap dapat terus menciptakan ruang untuk kreativitas, meningkatkan kemandirian siswa, serta mempererat kerja sama antara sekolah, orang tua, dan pemerintah dalam mendorong pendidikan yang inklusif dan berdaya saing.