JURNALNEWS.CO.ID — Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulawesi Tenggara berhasil mengamankan sembilan pemuda yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan dan pengrusakan di kawasan MTQ Kota Kendari. Peristiwa tersebut sebelumnya menjadi perhatian publik setelah rekaman kejadiannya beredar luas di media sosial.
Direktur Reskrimum Polda Sultra, Kombes Pol. Wisnu Wibowo, mengatakan para terduga pelaku saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif untuk mengungkap peran masing-masing dalam insiden tersebut. Dari sembilan orang yang diamankan, satu di antaranya berinisial AH diketahui merupakan residivis kasus pengeroyokan.
Menurut Wisnu, setelah menerima informasi dan memantau perkembangan kasus, Unit Reaksi Cepat (URC) Ditreskrimum Polda Sultra langsung bergerak melakukan penyelidikan. Hasilnya, petugas berhasil mengidentifikasi lokasi persembunyian para terduga pelaku di sebuah rumah kosong di kawasan THR Kendari yang berada tidak jauh dari tempat kejadian perkara.
Dalam operasi penangkapan, polisi lebih dulu mengamankan seorang terduga pelaku berinisial AT. Dari hasil pengembangan, petugas kemudian berhasil menangkap sejumlah terduga pelaku lainnya hingga total sembilan orang diamankan pada hari yang sama.
Selain mengamankan para terduga pelaku, penyidik juga terus mendalami keterlibatan pihak lain yang diduga ikut terlibat dalam aksi kekerasan tersebut. Tim Unit Reaksi Cepat masih melakukan pengejaran terhadap beberapa orang yang identitasnya telah dikantongi polisi.
“Kami mengimbau para pelaku yang masih melarikan diri agar segera menyerahkan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” kata Wisnu.
Polda Sultra juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif membantu proses penyelidikan dengan memberikan informasi yang berkaitan dengan kasus tersebut. Dukungan masyarakat dinilai penting untuk mempercepat pengungkapan perkara sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Kendari.
Akibat kejadian tersebut, sejumlah korban dilaporkan mengalami luka-luka dan beberapa kendaraan mengalami kerusakan.

Tinggalkan Balasan