MAKASSAR, JURNALNEWS.CO.ID — Program pembebasan iuran sampah Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar berlanjut. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, menyebut sebanyak 8.764 rumah di Kecamatan Tallo telah mendapatkan pembebasan iuran sampah sepanjang 2025.
Hal tersebut disampaikan Appi saat menghadiri Pesta Rakyat Kecamatan Tallo, Rabu (2/9/2026) malam. Ia mengatakan, kebijakan tersebut akan diperluas pada 2026 dengan menaikkan batas daya listrik rumah tangga penerima manfaat hingga 1.300 Volt Ampere (VA).
Appi menjelaskan, pada 2025 pembebasan iuran sampah diterapkan bagi rumah tangga dengan daya listrik 450 VA hingga 900 VA.
“Tahun 2025 lalu, kita sudah menjalankan dengan kriteria 450 watt listrik yang ada di rumahnya sampai 900 watt. Ini sudah ada 8.764 rumah di Kecamatan Tallo dapat iuran sampah gratis,” kata Appi.
Ia menambahkan, berdasarkan ketentuan terbaru, cakupan penerima diperluas hingga rumah dengan daya listrik 1.300 VA. Untuk Kecamatan Tallo, jumlah rumah yang masuk dalam kriteria tersebut diperkirakan mencapai 11.417 rumah.
“Masih menggunakan kriteria lama (hanya sampai 900 VA), sedangkan peraturan terbaru diperluas hingga 1.300 VA (seharusnya 11.417 rumah untuk Kecamatan Tallo),” lanjutnya.
Meski cakupan penerima diperluas, Appi menegaskan terdapat persyaratan yang harus dipenuhi masyarakat. Setiap rumah penerima diwajibkan melakukan pemilahan sampah sejak dari sumbernya.
“Dan tahun 2026 kita akan menambah di daya listrik 900 sampai 1.300 watt, tapi syaratnya satu: sampahnya harus dipilah,” tegasnya.
Dengan perluasan tersebut, rumah tangga dengan daya listrik 450 VA hingga 1.300 VA berpeluang memperoleh pembebasan iuran sampah selama memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.
“Mulai dari 450 watt sampai 1.300 watt akan digratiskan dari pembayaran iuran sampah,” jelas Appi.
Menurut Appi, kebijakan tersebut tidak hanya ditujukan untuk mengurangi beban pengeluaran rumah tangga, tetapi juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Makassar mendorong masyarakat lebih bertanggung jawab terhadap pengelolaan sampah.
Ia berharap pengeluaran yang sebelumnya digunakan untuk membayar iuran sampah dapat dialihkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga lainnya.
“Inilah bentuk bagaimana kita bisa bersama-sama mengurangi beban masyarakat dengan mengurangi beban-beban bulanan, sehingga uang yang harusnya dipakai untuk membayar sampah ini bisa dipakai untuk kebutuhan yang lain,” tuturnya.
Warga Diminta Pilah Sampah dari Rumah
Di balik program pembebasan iuran tersebut, Appi menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Ia mengapresiasi dukungan camat, lurah, RT/RW, serta seluruh jajaran Kecamatan Tallo yang selama ini ikut berperan dalam penataan lingkungan.
Appi menegaskan, persoalan sampah tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Pengelolaan lingkungan membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat, terutama dalam mengurangi dan memilah sampah sejak dari rumah.
“Kita ingin mewariskan generasi berikutnya, kepada anak cucu kita, kota yang bersih, kota yang indah, dan kota yang sehat,” katanya.
Karena itu, ia mengajak masyarakat membangun kebiasaan mengelola sampah dari lingkungan rumah masing-masing agar persoalan sampah tidak menjadi beban bagi generasi mendatang.
“Kita harus bahu-membahu bersama-sama menjadi penanggung jawab bersama untuk menciptakan kota yang bersih dan kota yang sehat,” lanjutnya.
Appi Singgung Distribusi Air Bersih
Dalam kesempatan yang sama, Appi juga menyinggung upaya Pemkot Makassar memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di sejumlah wilayah Kecamatan Tallo.
Distribusi air dilakukan menggunakan mobil tangki PDAM, terutama bagi warga yang mengalami gangguan aliran air.
Selain PDAM, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar juga terus melakukan pendistribusian air bersih. Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum (PU) diminta mengoptimalkan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang telah dibangun pemerintah.
“Ini bisa ter-cover dengan segala macam apa yang telah dilakukan oleh pemerintah untuk memastikan jaminan dan suplai air bersih bisa sampai ke tengah-tengah masyarakat,” tuturnya.
Appi juga meminta jajaran kelurahan serta RT/RW ikut mempertahankan keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.
Menurutnya, kondisi keamanan di Kecamatan Tallo yang dinilai semakin baik perlu terus dijaga melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.
“Keamanan dan ketertiban lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.
Hadir mendampingi Wali Kota Munafri Arifuddin dalam kegiatan tersebut, Ketua TP PKK Makassar Melinda Aksa, Sekda Makassar Andi Zulkifly Nanda, Tim Ahli Pemkot Andi Hudli Huduri, serta jajaran SKPD Pemkot Makassar. (*)

Tinggalkan Balasan