JURNALNEWS.CO.ID – Jakarta – Usai berhasil dengan pagelaran karya pertunjukkan yang inovatif bernama Konser Puisi Multimedia Asrizal Nur di Graha.
Bakti Budaya Taman Ismail Marzuki Jakarta tahun 2009, dan mengenalkannya ke beberapa kota di Indonesia seperti Tanjungpinang, Pekanbaru, Palembang, Jambi, Pontianak, Banjarmasin, Yogyakarta dan Bali serta ke beberapa negara diantaranya: Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand dan Korea Selatan.
Kembali beraksi Asrizal Nur dengan karya puisi multimedia keduanya dengan menggabungkan puisi modern dengan puisi lama Gurindam bernama: Konser Puisi Multimedia Gurindam Kataraga. Puisi dan Gurindam. Puisi dan gurindam menyampaikan makna dan hakekat raga diuntai kata menggugah jiwa dan mencerahkan.
Untuk penampilan gurindam Asrizal Nur duet dengan maestro syair dari Siak Sri Indrapura, Winda Harniati. Sebagai pelopor Puisi Multimedia dalam Konser Puisi Multimedia Gurindam Kataraga tidak tanggung-tanggung, puisi digarap dengan teknik Video Mapping, pertama di dunia pertunjukan puisi dengan Video Mapping, video digarap oleh Yudhi Elwahyu, didukung oleh Panata Musik kelas Internasional yang telah tampil di beberap negara di Asia, Eropa dan Amerika dia adalah Epi Martison dulu bersama Boy Gumarang Sakti, sedang musik digital digarap oleh Andhika Montong.
Gerak ditata oleh Eeng Koti, Parulian menata Cahaya, Penata artistik Ullyl CH, Penata Suara oleh Andas sedangkan penata pertunjukan dipercayakan Willy Fwi.
Tak kalah menariknya juga melibatkan artis muda Glow Rosa menyanyikan lagu Gurindam Raga dan duet bersama Asrizal Nur menyanyikan Ampuni Aku ciptaan Asrizal Nur, dosen dan akademi musik Dr.Tuti Tarwiyah Adi, M.Si., menciptakan lagu dari lirik gurindam karya Asrizal Nur berjudul Kesaksian Raga dan turut tampil menyanyikannya untuk pengobat rindu para penggemar Film dan Sinetron tahun 90-an tampil pula Paramitha Rusady, beliau tampil sebagai narator, semula ingin tampil langsung namun mendadak shoting film di Turki beliau batal tampil, untuk ia
meminta maaf kepada panitia dan penonton yang akan hadir nanti.
Sebagai Pelopor Puisi Multimedia dunia untuk konsei ini Asrizal Nur mengajak Epi Martison seniman Musik kelas dunia, penata video Yudhi Elwahyu dengan garapan Video mapping, Eeng Koti penata gerak dan 50 orang pendukung lainnnya. Asrizal Nur sering di undang diberbagai negara pada kegiatan budaya, membuat ketokohan Asrizal Nur kian dibicarakan. Sehingga banyak respon positip mendukung kiprahnya sebagai budayawan.

Tinggalkan Balasan