MAKASSAR, JURNALNEWS.CO.ID — Sebanyak 7.505 rumah tangga di Kecamatan Mariso, Kota Makassar, akan menerima manfaat program retribusi sampah gratis. Selain itu, Pemerintah Kota Makassar juga menyiapkan program bedah rumah bagi 93 unit rumah tidak layak huni yang tersebar di sembilan kelurahan di wilayah tersebut.

Program tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, dalam meringankan beban ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas permukiman warga.

Komitmen tersebut kembali ditegaskan Munafri saat menghadiri Pesta Rakyat Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Kecamatan Mariso, Senin (7/9/2026) malam.

Camat Mariso, Andi Syahrir Mapptoba, menjelaskan bahwa sejak program penggratisan iuran sampah diberlakukan pada 2025, sebanyak 6.417 rumah tangga di wilayahnya telah menerima manfaat.

Pada 2026, Pemerintah Kota Makassar kembali memperluas cakupan penerima subsidi retribusi sampah dengan menaikkan batas kriteria berdasarkan daya listrik pelanggan.

Jika sebelumnya pembebasan biaya retribusi sampah diberikan kepada rumah tangga dengan daya listrik 450 hingga 900 Watt, kini kebijakan tersebut diperluas hingga pelanggan dengan daya 1.300 Watt.

Dengan perluasan kriteria tersebut, sebanyak 1.088 rumah tangga tambahan di Kecamatan Mariso dipastikan akan menerima manfaat retribusi sampah gratis tahun ini.

Secara keseluruhan, jumlah penerima manfaat di Kecamatan Mariso mencapai 7.505 rumah tangga.

Munafri mengatakan kebijakan tersebut merupakan langkah konkret Pemerintah Kota Makassar untuk membantu masyarakat mengurangi beban pengeluaran rutin setiap bulan, khususnya bagi kelompok ekonomi tertentu.

Ia berharap dana yang sebelumnya digunakan warga untuk membayar retribusi sampah dapat dialihkan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga yang lebih mendesak.

“Pemerintah Kota Makassar terus mencoba untuk memberikan segala kemudahan, meringankan beban-beban masyarakat yang ada di Kota Makassar dengan cara mengurangi pengeluaran bulanannya secara rutin,” jelasnya.

Meski demikian, Appi menegaskan bahwa program pembebasan retribusi sampah tersebut harus berjalan seiring dengan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari rumah.

Menurutnya, warga penerima manfaat diharapkan turut aktif melakukan pemilahan sampah sebagai bagian dari upaya bersama menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Ia menekankan bahwa kepedulian terhadap lingkungan bukan hanya menjadi tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama demi mewariskan Kota Makassar yang sehat, bersih dan nyaman bagi generasi mendatang.

“Jadi pembayaran iuran sampah ini bebas kalau sampahnya juga dipilah. Nah, ini yang akan kita lakukan. Kenapa kita harus memilah sampah? Kenapa kita harus peduli terhadap lingkungan? Karena lingkungan ini adalah warisan yang akan kita berikan kepada generasi berikutnya,” pungkasnya.

Selain program retribusi sampah gratis, Pemerintah Kota Makassar melalui Pemerintah Kecamatan Mariso juga mengumumkan program penataan permukiman melalui renovasi rumah.

Sebanyak 93 unit rumah tidak layak huni yang tersebar di sembilan kelurahan di Kecamatan Mariso akan menjadi sasaran program bedah rumah tersebut.

Program tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas hunian masyarakat sekaligus menciptakan lingkungan permukiman yang lebih layak dan nyaman.

Pesta Rakyat Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kecamatan Mariso sekaligus menjadi penutup rangkaian Safari Pesta Rakyat yang digelar Pemerintah Kota Makassar secara maraton di 15 kecamatan se-Kota Makassar.