JURNALNEWS.CO.ID – Pembangunan desa merupakan peningkatan pelayanan dasar, pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur dan lingkungan, pengembangan ekonomi pertanian berskala produktif, pengembangan dan pemanfaatan teknologi tepat guna, dan peningkatan kualitas ketertiban dan ketenteraman masyarakat desa Banyuurip Gresik.

Desa berbeda dengan kota yang dinilai lebih maju dan berkembang. desa memiliki permasalahan yang lebih besar.

Mulai dari kemiskinan yang lebih tinggi, kesehatan yang rendah, konsumsi masyarakat rendah, SDM rendah, sarana dan prasarana yang lebih sulit dibandingkan kota, dan tingkat pendidikan rendah.

Saat ini di Indonesia terdapat 5.559 (7,55%) Desa Mandiri, 54.879 (74,49%) Desa Berkembang, dan 13.232 (17,96%) Desa Tertinggal.

Pembangunan desa sangat penting karena akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan kualitas hidup manusia serta penanggulangan kemiskinan.

Pembangunan di desa Banyuurip Gresik ini semakin pesat pada saat di pimpin oleh bapak Ihsanul Haris.

Salah satunya adalah wisata mangrove, yang sebelumnya adalah tempat pembuangan sampah bagi masyarakat sekitar sekarang menjadi Kawasan Ekowisata dan Kawasan Eksosistem Esensial (KEE).

Setelah dijadikan sebagai kawasan ekowisata dan KEE, desa Banyuurip juga mengembangkan bibit tanaman mangrove yang bertujuan melestarikan ekosistem serta memberdayakan masyarakat.

Tanaman mangrove di Desa Banyuurip memiliki 17 varian mangrove. Dari banyaknya varian itu juga akan menambah satwa yang hidup di mangrove.

Selain itu, kawasan yang di kelolah oleh Desa Banyuurip bersama PGN Saka ini sudah diitetapkan sebagai Kawasan Ekosistem Esensial (KEE). Dimana, disana memiliki spot migrasi puluhan jenis burung laut serta dipenuhi ratusan ribu pohon mangrove dari belasan jenis.