JURNALNEWS.CO.ID – Setyo Budiyanto, mantan Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berlatar belakang Polri, resmi terpilih sebagai Ketua KPK periode 2024-2029. Dalam pemungutan suara yang digelar Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis, Setyo meraih 46 suara, dengan 45 di antaranya menunjuknya sebagai Ketua KPK.

Empat calon pimpinan KPK lainnya yang juga mendapatkan suara signifikan adalah Fitroh Rohcahyanto (48 suara), Ibnu Basuki Widodo (32 suara), Johanis Tanak (47 suara), dan Agus Joko Pramono (38 suara). Meski Fitroh dan Johanis memperoleh suara lebih tinggi, keduanya tidak dipilih untuk posisi Ketua KPK.

Proses pemilihan ini dilakukan secara demokratis melalui metode voting, yang disepakati oleh seluruh fraksi partai politik di Komisi III DPR RI. Dari total 47 anggota Komisi III, sebanyak 44 anggota hadir, sehingga rapat dinyatakan kuorum.

Setiap anggota Komisi III diberikan surat suara untuk mencontreng lima nama calon pimpinan KPK dan menandai salah satu di antaranya sebagai Ketua KPK.

Selain itu, pemilihan Calon Dewan Pengawas (Dewas) KPK juga dilakukan, tetapi tanpa penunjukan ketua karena Dewas tidak memiliki posisi tersebut.

“Clear ya, langsung hitung. Dewas, tolong diabadikan dulu,” ujar Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, saat memimpin jalannya pemilihan.

Kesepakatan penggunaan metode voting ini diambil setelah proses uji kelayakan dan kepatutan terhadap para calon yang berlangsung sejak Senin (18/11).