JURNALNEWS.CO.ID – Kapolri Listyo Sigit Prabowo menghadiri puncak peringatan Hari Ulang Tahun Persatuan Ummat Islam yang dirangkaikan dengan doa bersama untuk bangsa di Majalengka, Jawa Barat, Senin (23/2/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri menegaskan pentingnya memperkuat sinergi dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat guna mengawal dan menyukseskan berbagai program Pemerintah Indonesia.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan nasional sangat bergantung pada soliditas seluruh komponen bangsa dalam menghadapi tantangan, baik di tingkat global maupun domestik.

“Kita harus menjadi cooling system, saling mengingatkan agar tidak mudah diadu domba sesama anak bangsa,” ujar Sigit.

Ia mengingatkan, konflik dan perpecahan di tengah masyarakat berpotensi menghambat proses pembangunan serta mengganggu upaya mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia harus terus dirawat dan dijadikan kekuatan untuk maju bersama.

Kapolri menilai, kemajuan tidak akan tercapai jika setiap elemen berjalan sendiri-sendiri dengan kepentingan sektoral. Persatuan dan kerukunan menjadi kunci utama untuk mendorong kemajuan nasional.

Dalam sambutannya, Sigit juga menyinggung program prioritas Prabowo Subianto melalui agenda Asta Cita sebagai landasan menuju Indonesia Maju dan Indonesia Emas 2045.

Ia menjelaskan, Polri telah terlibat aktif dalam mendukung program pemerintah, di antaranya melalui penguatan ketahanan pangan seperti swasembada jagung serta dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri.

Selain itu, Kapolri meminta PUI turut berperan aktif mengawasi berbagai persoalan sosial yang dapat mengancam masa depan generasi muda dan menghambat pembangunan, seperti judi online, pinjaman online ilegal, dan penyalahgunaan narkoba.

“Saya harapkan PUI ikut aktif mengawasi hal-hal tersebut karena menjadi ancaman serius bagi generasi muda dan masa depan bangsa. Kita harus berjalan sesuai roadmap menuju Indonesia Emas 2045,” tutupnya.