Di sebuah rumah kecil di pinggiran kota, terdapat dua sahabat sejati, Lisa dan Maya. Mereka telah bersahabat sejak mereka masih kecil dan tak pernah berpisah. Lisa adalah seorang gadis yang ceria dan selalu membawa senyum di wajahnya, sementara Maya lebih pendiam tetapi memiliki hati yang baik.

Suatu hari, Lisa menerima kabar yang mengguncangkan hidupnya. Ibunya terkena penyakit serius dan kondisinya semakin memburuk. Lisa yang penuh dengan kekhawatiran dan sedih, tak tahu harus berbuat apa. Maya, yang selalu menjadi tempat curahan hatinya, mencoba memberikan dukungan.

Lisa: (dalam keadaan hancur) Maya, ibuku… ibuku menderita penyakit yang parah. Dokter berkata dia hanya punya beberapa bulan lagi.

Maya: (menggenggam tangan Lisa) Oh, Lisa, aku sangat menyesal mendengar berita itu. Aku tidak tahu apa yang harus kukatakan. Tetapi, aku di sini untukmu. Kita akan melalui ini bersama-sama.

Lisa: (menangis) Aku takut kehilangan ibuku, Maya. Dia adalah segalanya bagiku. Bagaimana aku bisa hidup tanpanya?

Maya: Aku tahu betapa besar cintamu pada ibumu, Lisa. Dan ibumu pasti tahu seberapa beruntungnya dia memiliki putri seperti kamu. Kita harus mencoba menjalani waktu bersama dengan sebaik-baiknya, menghargai setiap momen yang kita miliki.

Beberapa bulan berlalu, Lisa dan Maya menjalani hari-hari yang penuh kekhawatiran dan cemas. Mereka selalu bersama Lisa di rumah sakit, memberikan dukungan dan cinta pada ibunya. Namun, kondisi ibu Lisa semakin memburuk, dan akhirnya, dia menghembuskan nafas terakhirnya.

Lisa: (tenggelam dalam kesedihan) Maya, ibuku… ibuku sudah pergi.

Maya: (menangis) Oh, Lisa… aku sangat merasa kehilangan. Dia adalah ibu yang hebat dan akan selalu ada dalam hatimu. Kita semua akan merindukannya.

Lisa dan Maya saling berpelukan, menggenggam erat tangan satu sama lain, menumpahkan air mata mereka yang tak terbendung. Kedua sahabat itu merasakan kekosongan yang dalam di dalam hati mereka. Meskipun mereka tahu bahwa hidup harus terus berjalan, kehilangan ibu Lisa meninggalkan luka yang tak terobati.

Mereka berdua memutuskan untuk menjaga kenangan ibu Lisa tetap hidup dengan menceritakan cerita-cerita lucu dan kenangan indah yang mereka miliki bersama. Walaupun kesedihan masih melingkupi mereka, tetapi mereka saling mendukung dan berjanji akan terus bersama dalam kebaikan dan kesulitan.

Lisa dan Maya belajar bahwa meski kehilangan itu sulit dan menyakitkan, mereka harus terus berjalan melalui hidup dan menjaga kenangan orang yang mereka cintai tetap hidup di dalam hati mereka.

(Hni)