BONTANG — Pencegahan stunting harus dimulai sejak dini, salah satunya melalui pemenuhan gizi seimbang dan pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin. Kesadaran orang tua menjadi salah satu kunci untuk memastikan bayi dan balita tumbuh sehat dan optimal.
Untuk memperkuat upaya tersebut, Kelurahan Satimpo menggelar kegiatan Edukasi dan Pengingat Pemantauan Gizi Balita bertema “Gizi Seimbang dan PHBS untuk Tumbuh Kembang Balita dalam Upaya Pencegahan Stunting” di Ruang Pertemuan Kelurahan Satimpo, Selasa (13/10/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari Aksi Perubahan SATU ASA (Satimpo Turunkan Stunting melalui Aksi Bersama) yang bertujuan meningkatkan kepedulian keluarga terhadap pemenuhan gizi dan pemantauan pertumbuhan anak.
Lurah Satimpo, Maryono, menekankan pentingnya keterlibatan keluarga dalam mendukung upaya pencegahan stunting. Menurutnya, perhatian terhadap kebutuhan gizi dan perkembangan anak perlu dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya ketika muncul masalah kesehatan.
“Pencegahan stunting perlu dimulai sejak dini. Peran orang tua sangat penting dalam memastikan kebutuhan gizi anak terpenuhi dan pertumbuhannya dipantau secara rutin,” ujarnya.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Satimpo, Rina Palupi, selaku reformer Aksi Perubahan SATU ASA.
Hadir sebagai narasumber, Ida Rosida dari Puskesmas Bontang Selatan 1, yang menyampaikan materi mengenai pentingnya gizi seimbang bagi bayi dan balita, pemantauan berat badan serta tinggi badan secara berkala, dan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Melalui edukasi tersebut, orang tua diharapkan mampu memahami kebutuhan gizi anak sekaligus mengenali lebih dini indikasi gangguan pertumbuhan yang memerlukan perhatian tenaga kesehatan.
Maryono juga berharap kegiatan edukasi tersebut dapat mendorong masyarakat semakin aktif memanfaatkan layanan Posyandu sebagai sarana pemantauan tumbuh kembang balita.
“Jangan sampai pemantauan pertumbuhan anak diabaikan. Orang tua diharapkan rutin membawa bayi dan balita ke Posyandu agar perkembangan mereka dapat diketahui dan segera ditindaklanjuti jika ditemukan masalah,” katanya.
Kegiatan ini diikuti perwakilan orang tua bayi dan balita dari tiga Posyandu di Kelurahan Satimpo, kader Posyandu, kader Kelompok KB, Tim Efektif SATU ASA, serta Babinsa Kelurahan Satimpo.
Setelah penyampaian materi, peserta mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab bersama narasumber. Mereka berkesempatan menyampaikan pertanyaan seputar pemenuhan gizi, pemantauan pertumbuhan, dan penerapan pola hidup sehat dalam pengasuhan anak sehari-hari.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pemenuhan gizi balita, kegiatan diakhiri dengan pembagian bingkisan berupa telur, susu, dan vitamin kepada peserta, kemudian dilanjutkan dengan foto bersama.
Melalui Aksi Perubahan SATU ASA, Kelurahan Satimpo berupaya memperkuat kolaborasi antara pemerintah kelurahan, tenaga kesehatan, kader, dan keluarga dalam mencegah stunting secara berkelanjutan.
“Harapannya, melalui SATU ASA, kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga keluarga lebih peduli terhadap gizi seimbang, kebersihan lingkungan, dan pemantauan tumbuh kembang anak,” tutupnya.
Dengan keterlibatan aktif keluarga dan dukungan berbagai unsur masyarakat, upaya pencegahan stunting di Kelurahan Satimpo diharapkan semakin optimal demi mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas.
Iwan

Tinggalkan Balasan