JURNALNEWS.CO.ID – Magelang – PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITM), melalui anak usahanya PT Bharinto Ekatama (BEK), mulai melakukan rehabilitasi lahan Daerah Alisan Sungai ( DAS) seluas 250 hektar di Perbukitan Menoreh, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kawasan Destinasi Super Prioritas, Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Rehabilitasi lahan DAS ini merupakan bagian dari kerja besar nasional Program Penanaman dalam Rangka Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS), yang lakukan oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kementerian LHK) sejak tahun 2017.
Menandai dimulainya Program Rehabilitasi DAS di Perbukitan Menoreh dan Kawasan Destinasi Super Priotitas Borobudur, hari ini Minggu, 28 November 2021 dilakukan penanaman pohon di Desa Majak Singi, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, oleh Plt. Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) Kemen LHK, Ir. Helmi Basalamah, MM, didampingi Direktur PT. Bharinto Ekatama, Ignatius Wurwanto. Direktur PT. Bharinto Ekatama, Ignatius Wurwanto, mengatakan, ITM adalah Perusahaan yang telah mencatat keberhasilan kegiatan penanaman di area DAS dengan menyerahkan kembali kepada Kementerian LHK lahan yang dinilai memenuhi ketentuan seluas 14.443 hektare di wilayah Kalimantan. Luasan tersebut menjadi salah satu pencapaian yang terbesar di Indonesia.
“Dalam program rehabilitasi DAS kali ini, yang menjadi tanggungjawab ITM berada di Kawasan Bukit Menoreh, Kabupaten Kulon Progo dan Kawasan Destinasi Super Prioritas Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, meliputi 17 desa di 8 Kecamatan, dengan total luasan 250 hektare,” katanya.
Konsep Rehabilitasi DAS Menoreh-Borobudur ini adalah agroforestri berbasis pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu, pelaku utama dan pemangku wilayah program ini adalah masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Tani Hutan. Terdapat lima perusahaan yang ditunjuk oleh Kementerian LHK untuk melakukan Rehabilitasi DAS Menoreh-Borobudur, yakni PT Bharinto Eatama anak usaha dari PT Indo Tambangraya Megah, PT Adaro Energi Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Pertamina Geothermal Energi, dan PT Borneo Indobara.
Ignatius Wurwanto menambahkan, ITM mendasarkan kegiatannya pada prinsip-prinsip Pembangunan Berkelanjutan. Rehabilitsi DAS menjadi komitmen ITM sebagai implementasi nilai-nilai Environmental, Social and Governance (ESG). Aspek lingkungan (environmental) diwujudkan dengan penanaman pohon yang akan menjadi sumber udara bersih dan konservasi air.
“Pada sisi sosial (social), program Rehabilitasi DAS Menoreh – Borobudur juga diharapkan bisa menciptakan, mengembangkan dan mengelola perekonomian masyarakat. Hal ini dijalankan melalui pemberdayaan masyarakat tani hutan untuk memanfaatkan lahan yang mereka miliki,” terangnya.

Tinggalkan Balasan