JURNALNEWS.CO.ID – Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menegaskan bahwa minyak goreng rakyat Minyakita tidak lagi menjadi bagian dari program bantuan pangan pemerintah. Seluruh pasokan Minyakita kini akan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat melalui distribusi di pasar rakyat.
Pernyataan tersebut disampaikan Mendag pada Senin (8/6/2026). Menurutnya, kebijakan tersebut diambil agar masyarakat dapat lebih mudah memperoleh Minyakita dengan ketersediaan pasokan yang terjaga di berbagai pasar tradisional.
“Sekarang tidak ada lagi Minyakita untuk bantuan pangan. Semua akan didistribusikan ke pasar rakyat sehingga masyarakat mudah untuk mendapatkan Minyakita,” ujar Budi Santoso.
Untuk memastikan distribusi berjalan optimal, Kementerian Perdagangan terus menjalin koordinasi dengan produsen, Perum Bulog, dan ID Food. Langkah ini dilakukan guna menjaga kelancaran pasokan sekaligus memastikan Minyakita tersedia bagi masyarakat yang membutuhkan.
Mendag juga menegaskan bahwa Minyakita bukan merupakan minyak goreng bersubsidi. Produk tersebut berasal dari skema Domestic Market Obligation (DMO), yakni kewajiban pelaku usaha menyediakan sebagian pasokan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik.
Di sisi lain, pemerintah membuka peluang penerapan bantuan pangan yang lebih fleksibel sesuai kondisi pasar. Komoditas yang mengalami kelebihan pasokan dan penurunan harga di tingkat produsen dapat dipertimbangkan untuk masuk dalam program bantuan pangan.
Sebagai contoh, telur dapat menjadi salah satu komoditas bantuan ketika harga di tingkat peternak mengalami penurunan. Mekanisme serupa juga berpotensi diterapkan pada komoditas lain, termasuk daging ayam, guna menjaga stabilitas harga dan membantu penyerapan hasil produksi peternak.
Lebih lanjut, Budi menilai sinergi antara program bantuan pangan dan program Badan Gizi Nasional melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat menjadi solusi dalam menyerap berbagai komoditas yang mengalami tekanan harga di tingkat produsen.
Menurutnya, ekosistem penyerapan pangan nasional kini semakin baik karena tidak hanya bergantung pada satu program pemerintah. Berbagai komoditas seperti telur dan ayam dapat dimanfaatkan dalam program MBG sehingga membantu menjaga keseimbangan pasokan dan harga di pasar.

Tinggalkan Balasan