JURNALNEWS.CO.ID — Harapan pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, untuk memanfaatkan pole position dan bersaing memperebutkan podium Moto3 Australia 2026 harus tertunda setelah penyelenggara resmi membatalkan balapan di Sirkuit Phillip Island, Minggu (25/10/2026).
Keputusan tersebut diambil akibat cuaca buruk yang menyebabkan jarak pandang terbatas dan mengganggu operasional helikopter medis. Kondisi itu membuat persyaratan keselamatan untuk menggelar balapan tidak dapat dipenuhi.
Pembatalan ini menjadi pukulan bagi peluang Veda yang sebelumnya tampil impresif dalam sesi kualifikasi. Pembalap Honda Team Asia tersebut telah mengamankan posisi start terdepan atau pole position setelah mencatatkan waktu tercepat di Sirkuit Phillip Island.
Sebelum balapan dibatalkan, Veda menunjukkan performa menjanjikan dalam kualifikasi Moto3 Australia, Sabtu (24/10/2026).
Pembalap asal Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, itu membukukan waktu 1 menit 35,299 detik pada sesi Q2. Catatan tersebut menempatkannya di posisi pertama, unggul 0,021 detik atas Maximo Quiles yang menempati posisi kedua.
Hasil tersebut mengukir sejarah karena Veda menjadi pembalap Indonesia pertama yang meraih pole position di ajang Grand Prix kelas Moto3.
Pencapaian itu juga memperlihatkan kemampuan Veda bersaing dengan para pembalap papan atas, meski harus memulai perjuangannya dari sesi kualifikasi pertama atau Q1 sebelum menembus Q2.
Pole position tersebut membuka peluang bagi Veda untuk bersaing di barisan depan sejak awal balapan. Namun, posisi start yang menguntungkan tidak dapat dimanfaatkan setelah kondisi cuaca memaksa penyelenggara menghentikan rencana perlombaan.
Sebelum pembatalan diumumkan, rangkaian aktivitas lintasan di Phillip Island lebih dahulu mengalami penundaan. Hujan deras dan buruknya jarak pandang menghambat operasional helikopter medis yang dibutuhkan untuk mendukung penanganan darurat selama perlombaan.
Penyelenggara kemudian memutuskan balapan Moto3 Grand Prix Australia tidak dapat dilaksanakan. Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan aspek keselamatan pembalap dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan balapan.
Situasi itu membuat Veda kehilangan kesempatan untuk menguji kecepatannya dalam balapan setelah menunjukkan performa kuat pada sesi kualifikasi.
Meski demikian, keberhasilannya merebut pole position tetap menjadi catatan penting bagi perjalanan kariernya di kejuaraan dunia balap motor.
Bagi Indonesia, pencapaian tersebut menjadi tonggak tersendiri bagi pembalap muda nasional yang mampu menembus posisi terdepan dalam persaingan Moto3.
Kini, perhatian berikutnya tertuju pada kiprah Veda dalam seri-seri selanjutnya. Prestasinya di Phillip Island menunjukkan potensi untuk terus bersaing di level internasional, meskipun kesempatan memburu podium di Australia kali ini harus tertunda akibat faktor cuaca dan keselamatan.
Rol

Tinggalkan Balasan