JURNALNEWS.CO.ID, PANGKEP — Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) menggelar pelatihan kerja yang bersumber dari APBD 2026 untuk meningkatkan keterampilan masyarakat, memperluas peluang kerja, dan mendorong kemandirian ekonomi. Program tersebut resmi dibuka Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau, di Aula UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Bontoa, Rabu (21/10/2026).
Pelatihan ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki keterampilan praktis, baik untuk memasuki dunia kerja maupun merintis usaha secara mandiri.
Dalam sambutannya, Yusran menegaskan bahwa ijazah perlu didukung kemampuan teknis yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Menurutnya, perusahaan tidak hanya mempertimbangkan latar belakang pendidikan calon pekerja, tetapi juga keterampilan yang dapat langsung diterapkan.
Ia mencontohkan kebutuhan tenaga administrasi yang harus menguasai aplikasi perkantoran, seperti Microsoft Word dan Excel.
“Kalau perusahaan membutuhkan tenaga administrasi, yang ditanyakan biasanya apakah bisa menggunakan Excel, Word, dan keterampilan lainnya. Karena itu, kita harus melihat kemampuan apa yang bisa kita tawarkan agar jasa kita dibutuhkan orang lain,” ujarnya.
Yusran mengatakan, persaingan kerja yang semakin ketat mengharuskan masyarakat terus meningkatkan kompetensi. Karena itu, pelatihan keterampilan dinilai penting untuk memperbesar peluang memperoleh pekerjaan sekaligus membuka kesempatan membangun usaha sendiri.
Ia juga mengapresiasi peserta yang bersedia mengikuti pelatihan sebagai bentuk kemauan untuk belajar dan mengembangkan kemampuan baru.
Menurutnya, program yang berlangsung selama 16 hingga 18 hari tersebut diharapkan dapat memberikan bekal dasar kepada peserta untuk kemudian dikembangkan dan diterapkan sesuai bidang keterampilan masing-masing.
“Yang saya apresiasi adalah kehadiran Bapak dan Ibu untuk mengikuti pelatihan ini. Artinya, ada kemauan untuk belajar sesuatu yang sebelumnya mungkin belum diketahui. Dari sini kita berharap keterampilan yang diperoleh bisa bermanfaat ke depannya,” tuturnya.
Selain keterampilan teknis, Bupati turut menyoroti peluang usaha di bidang kuliner, termasuk pembuatan kue. Kemampuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk merintis usaha rumahan, menerima pesanan, maupun menawarkan jasa kepada konsumen.
Ia menjelaskan, peserta mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan secara gratis. Pemerintah juga memberikan dukungan berupa uang makan sekitar Rp50 ribu per hari atau fasilitas makan selama kegiatan berlangsung.
Meski demikian, Yusran mengingatkan peserta agar tidak menjadikan fasilitas sebagai tujuan utama. Ia menekankan pentingnya kesungguhan dalam mengikuti seluruh materi agar keterampilan yang diperoleh benar-benar bisa dimanfaatkan setelah pelatihan berakhir.
Peserta yang menuntaskan pelatihan dan memenuhi persyaratan kelulusan juga berpeluang mendapatkan sertifikat kompetensi yang diakui. Sertifikat tersebut diharapkan dapat menjadi nilai tambah saat melamar pekerjaan maupun mengembangkan usaha.
Untuk itu, Yusran meminta seluruh peserta mematuhi jadwal kegiatan, baik program berdurasi 16 hari maupun 18 hari. Kedisiplinan dan keseriusan mengikuti pembelajaran menjadi bagian penting dalam menunjang keberhasilan pelatihan.
Sementara itu, Kepala Disnaker Pangkep, Sulfida, menjelaskan bahwa pelaksanaan pelatihan kerja melalui APBD 2026 merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas SDM, memperkuat kewirausahaan, serta mendorong tumbuhnya usaha mandiri di Kabupaten Pangkep.
Ia berharap program tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan keterampilan, memperluas akses terhadap kesempatan kerja, dan membangun kemandirian ekonomi.
Sulfida juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Pangkep atas dukungan terhadap pelaksanaan program peningkatan kompetensi masyarakat tersebut.(is)

Tinggalkan Balasan