JURNALNEWS.CO.ID – Penyakit diare masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di dunia termasuk Indonesia. Data Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2020 menunjukkan bahwa diare menjadi penyumbang kematian nomor dua setelah pneumonia pada bayi usia 29 hari – 11 bulan yaitu 9,8% dan pada kelompok balita usia 12 – 59 bulan sebesar 4,5% dari total kematian.

Dalam rangka Pencanangan Nasional Perluasan Imunisasi Rotavirus (RV) di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan Sulsel, 15 Agustus 2023. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Maxi Rein Rondonuwu mengatakan diare merupakan masaalah yang juga mengakibatkan Stunting, berbagai upaya yang kita sudah kita lakukan promotif preventif sampai penatalaan kasus, tetapi ternyata itu belum cukup, sehingga perlu dilakukan yang lebih murah melalui imunisasi Rotavarius (RV) dan Rotavarius ini salah satu upaya kita untuk mencegah terjadi diare dan ini dilakukan pemberian tiga dosis pada bayi di usia 2-4 bulan sara tetes seperti polio. Jelasnya

Introduksi imunisasi Rotavirus ini sudah dilakukan di 21 kabupaten/kota, ujicobanya sejak tahun 2022, berjalan lancar tidak ada masaalah dan efek samping, dan kita lakukan perluasan secara nasional ditahun ini, dan hari ini dilakukan pencanagan di seluruh indonesia.

Lanjut Maxi Rein Rondonuwu, Kabupaten Pangkep terpilih secara nasional diketahui program imunisasi di pangkep sangat baik dan dilakukan secara nasional, olehnya itu kami berharap dukungan untuk itrodupsi secara nasional sehingga imunisasi Rotavarius ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat terutama para ibu-ibu. Tutup Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, jelas Maxi Rein Rondonuwu.

Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau mengatakan kami berusaha semaksimal mungkin bagaimana program-program kesehatan bisa kami hadirkan didaerah-daerah terpencil meskipun ada kendala alhamdulillah dapat diselesaikan. Ujarnya dalam sambutanya

Menurutnya berdasarkan kasus penyakit diare dinas kesehatan kabupaten pangkep tiga tahun terakhir masih ada beberapa ditemukan bayi dan balita, terkait pemberian imunisasi Rotavarius bupati pangkep sangat mendukung dan berharap kepada orang tua terutama ibu-ibu mendorong keterlibatan lintas sektor dan meningkatkan pengetahuan, kesadaran akan nilai manfaat imunisasi untuk kesehatan keluarga. Tutup Bupati Pangkep.

Gubernur Sulawesi selatan yang diwakil Plt. Kepala Dinas Kesehatan Dr. H Irwan Trisulistio dalam sambutannya megatakan kematian anak pada usia dibawa 1 tahun dan kondisinya merupakan hal yang sama yang terjadi di provinsi sulawesi selatan, dimana kasus diare ditahun 2023 diminggu ke 21 menujukkan angka yang masih cukup tinggi yaitu sebanyak 73.333 kasus. Katanya

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Dr. H Irwan Trisulistio sangat optimis bahwa pelaksanaan imunisasi Rotavarius di 23 kabupaten/kota berjalan lancar seperti yang telah terjadi di kota makassar yang dimulai dilaksanakan sejak akhir tahun lalu. Seperti diketahui imunisasi Rotavarius ini bukan hal baru di indonesia, dan imunisasi ini telah disediakan secara gratis diberikan oleh pemerintah.

Lanjut ia, kita patut berterimah kasih kepada pemerintah yang telah menyediakan imunisasi Rotavirus untu melindungi anak-anak kita, kami menyampaikan dan penghargaan yang setinggi tingginya kepada kementrian kesehatan RI yang telah memilih provinsi sulawesi selatan tepatnya kabupaten pangkep sebagai tempat pencanagan vaksin Rotavarius secara nasional. Sangat membanggakan bagi kami terpilihnya kabupaten pangkep. Jelas Dr. H Irwan Trisulistio.

Wakil mentri kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono mengatkan imunisasi Rotavarius yang tadinya adakan proyek percontohan mulai hari ini dicanangkan sebagai program tahun nasional imunisasi dan dilaksanakan di Kabupaten pangkep.

“Masalah diare masih menjadi masalah terbesar di dunia dan di indonesia, didunia diare penyebab kematian tertinggi bagi balita inveski paru paru kemudian diare.”

Di indonesia 1 dari 8 anak balita menderita diare saat ini, ketika diare masih menjadi malah buat kita semua tumbuh kembang anak sangat mempengaruhi anak.

Lanjut Dante Saksono Harbuwono, karena itu upaya-upaya yang terus kita lakukan untuk menekan masaalah diare ini karena juga menimbulkan stunting disebabkan anak sakit terus nilai gizinya kurang akhirnya anak tersebut menjadi stunting. Katanya.

“Berdasarkan penelitian sebelumnya 1 dari 2 anak yang diare disebabkan protavirus yang bersal dari makanan yang terkontaminasi oleh Rotavirus olehnya itu sangat penting dilakukan evaluasi dengan penaganan yang bisa dicegah antara lain dengan imunisasi.”

Lanjut Dante, pemerintah indonesia berkomitmen untuk mencegah kematian dan kecacatan yang disebabkan oleh diare, pemerintah indonesia berkomitmen melaksanakan traspormasi kesehatan untuk membangun sistem yang lebih kuat, inovatif dan memberikah manfaat banyak kepada masyarakat.

Pemberian Rotavirus di indonesia dilaksanakan bertahap kita sudah lakukan mulai di tahun 2022 di 12 kabupaten/kota namun untuk mempercepat penurunan penyakit dan kematian akibat diare maka tahun ini imunisasi Rotavirus kita laksanakan secara nasional diseluruh pelosok indonesia

Dalam rangka Pencanangan Nasional Perluasan Imunisasi Rotavirus (RV)
Hadir perwakilan lintas sektor dari Kementerian Koordinator Bidang PMK, Kementerian Dalam Negeri dan Bappenas, perwakilan dari organisasi profesi, organisasi keagamaan dan organisasi kemasyarakatan, perwakilan mitra pembangunan kesehatan internasional yaitu WHO, UNICEF, UNDP dan CHAI serta masyarakat.

(Ismail)