Pangkep, JURNALNEWS.CO.ID – Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pangkep periode 2025–2028 resmi dikukuhkan di Rumah Jabatan Bupati Pangkep, Rabu (3/11/2025). Mengusung tema “Meneguhkan Profesionalisme Wartawan Berintegritas dalam Menangkal Misinformasi di Era Transformasi Digital”,.

Ketua PWI Pangkep Sakinah Fitrianti dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin organisasi tersebut selama periode 2025–2028.

“Atas nama pribadi dan seluruh anggota, saya menyampaikan terima kasih yang mendalam atas amanah ini. Amanah besar ini mustahil dijalankan sendiri. Karena itu, saya mengajak seluruh rekan-rekan pers di Pangkep untuk bersatu, berkolaborasi, dan menjaga marwah profesi wartawan,” ujarnya.

Sakinah menekankan pentingnya integritas dan kebijaksanaan dalam bekerja, termasuk dalam proses verifikasi berita. Ia mengutip Surah Al-Hujurat sebagai landasan moral bagi insan pers untuk selalu melakukan tabayyun.

“Dalam konteks modern, prinsip tabayyun adalah dasar dari fact-checking yang memastikan integritas informasi. Ini bukan hanya tugas profesional, tetapi tanggung jawab moral,” tegasnya.

Ia juga menegaskan pentingnya penguatan hubungan antara media, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan.

“Media harus memastikan setiap kebijakan tersampaikan secara akurat, berimbang, dan mudah dipahami masyarakat,” kata Sakinah sembari mengapresiasi kehadiran Sekda Pangkep sebagai representasi pemimpin daerah yang inklusif.

Sakinah berharap PWI Pangkep dapat menjadi “rumah bagi insan pers berintegritas” dan mendorong terciptanya ekosistem informasi yang sehat di daerah.

Ketua PWI Sulawesi Selatan Agus Salim Alwi Hamu dalam sambutannya menegaskan bahwa transformasi digital membawa tantangan besar bagi profesi wartawan.

“Informasi berubah dari era konvensional ke digital. Dampaknya sangat terasa bagi profesi kita. Karena itu profesionalisme wartawan kini ditentukan oleh kompetensinya,” ujarnya.

Agus memaparkan bahwa dari 47.000 media yang ada di Indonesia, hanya sekitar 2.000 yang tersertifikasi Dewan Pers.

“Artinya, kualitas dan kompetensi adalah pembeda utama. Sertifikasi media, organisasi jurnalistik, dan uji kompetensi wartawan (UKW) menjadi syarat penting menuju profesionalisme,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa PWI kini memperketat aturan keanggotaan melalui perubahan Anggaran Dasar, termasuk syarat ijazah bagi calon anggota.

“Kita ingin wartawan yang benar-benar profesional dan dapat dipercaya publik,” tambahnya.

Agus berharap PWI Pangkep dapat mengembangkan program kerja yang memperkuat kompetensi, inovasi, serta peran media dalam mendorong kemajuan daerah, terutama di sektor potensial seperti pariwisata.

Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau yang diwakili Sekretaris Daerah Suriani A Hamid menyampaikan bahwa pemerintah daerah menyadari pentingnya peran pers sebagai pilar demokrasi dan mitra strategis pembangunan.

“Pers dan pemerintah adalah dua entitas yang selalu berdampingan dalam membangun daerah. Media bukan hanya penyampai informasi, tetapi juga cermin bagi kinerja pemerintah,” ujarnya.

Menurutnya, media adalah mata dan telinga masyarakat yang memastikan program pemerintah berjalan transparan, efektif, dan tepat sasaran.

Ia berharap PWI Pangkep dapat fokus pada tiga pilar utama: profesionalisme, integritas, dan anti-misinformasi di tengah derasnya arus informasi digital.

“Kerja sama pemerintah dan media bukan sekadar hubungan formal, tetapi komitmen bersama untuk memajukan pembangunan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” katanya.

Sekda juga menyampaikan selamat kepada pengurus PWI Pangkep yang baru dilantik.

“Saya yakin dengan dedikasi yang dimiliki, pengurus baru dapat menjalankan amanah dengan baik dan menjaga marwah profesi,” tutupnya.

Turut hadir pada pelantikan tersebut, Dewan Penasehat PWI Pangkep, jajaran pengurus PWI Pangkep yang terdiri atas beragam media baik online, cetak, TV hingga radio, para Asisten Pemkab Pangkep, Kapolres Pangkep, Kajari Pangkep beserta personelnya, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Pangkep, Manajemen PT Semen Tonasa, Wakil Ketua DPRD Pangkep, Bawaslu Pangkep, Kabag, Kadis, Camat hingga sejumlah Kepala Desa, organisasi perempuan, kemasyarakatan dan pemuda se-Kabupaten Pangkep. (Is)