Pangkep, JURNALNEWS.CO.ID — Dugaan aksi pemukulan terhadap seorang sopir ambulans oleh pengendara mobil Grand Max menuai kecaman. Komunitas driver ambulans di Sulawesi Selatan menyatakan keprihatinan mendalam atas peristiwa yang menimpa Muhammad Syamsuddin saat menjalankan tugas kemanusiaan.

Peristiwa tersebut terjadi ketika Muhammad Syamsuddin tengah mengemudikan ambulans untuk mengangkut dua pasien. Namun, alih-alih mendapat prioritas jalan, ia justru diduga menjadi korban kekerasan fisik oleh pelaku yang mengendarai mobil Grand Max.

Mewakili komunitas driver ambulans Provinsi Sulawesi Selatan, Fuad Rusman mengecam keras tindakan tersebut. Ia menegaskan, kekerasan terhadap petugas medis maupun pengemudi ambulans yang sedang bertugas tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.

“Kami sangat prihatin dan mengecam keras tindakan pemukulan ini. Saudara kami sedang menjalankan tugas kemanusiaan membawa dua pasien,” ujar Fuad, salah satu sopir Ambulance Yayasan Peduli dan Berbagi, Kamis (8/1/2026).

Fuad juga menolak adanya upaya penyelesaian secara kekeluargaan dalam kasus ini. Menurutnya, tindakan kekerasan harus diproses sesuai hukum agar memberikan efek jera.

“Tidak ada kata damai atau kekeluargaan. Kami minta kasus ini diserahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk diproses secara hukum,” tegasnya.

Komunitas Driver Ambulans Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, mendesak kepolisian segera mengusut tuntas kasus tersebut dan menindak tegas pelaku sesuai aturan yang berlaku.

Mereka menilai penegakan hukum sangat penting demi melindungi keselamatan para driver ambulans yang setiap hari bertugas di lapangan, sekaligus memastikan kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.