JURNALNEWS.CO.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional 1.512 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Pulau Jawa. Kebijakan ini diambil setelah dilakukan evaluasi terhadap pemenuhan standar operasional serta kelengkapan sarana dan prasarana pada sejumlah unit layanan tersebut.
Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN, Albertus Dony Dewantoro, mengatakan langkah ini merupakan bagian dari upaya pembenahan layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar seluruh fasilitas memenuhi standar kesehatan, sanitasi, serta tata kelola yang telah ditetapkan.
“Ada 1.512 SPPG yang dihentikan sementara operasionalnya sebagai tindak lanjut evaluasi pemenuhan standar operasional dan persyaratan sarana prasarana di sejumlah unit layanan,” ujar Dony, Rabu (11/3/2026).
Berdasarkan hasil evaluasi, ribuan SPPG tersebut tersebar di sejumlah provinsi di Pulau Jawa. Rinciannya yakni DKI Jakarta sebanyak 50 unit, Banten 62 unit, Jawa Barat 350 unit, Jawa Tengah 54 unit, Jawa Timur 788 unit, serta DI Yogyakarta 208 unit.
BGN menemukan sejumlah unit layanan belum memenuhi persyaratan dasar operasional. Salah satu temuan utama adalah belum dimilikinya Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Dari hasil evaluasi, tercatat sebanyak 1.043 SPPG belum mendaftarkan sertifikat tersebut.
Selain itu, sebanyak 443 SPPG juga diketahui belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Permasalahan lain yang ditemukan yakni belum tersedianya fasilitas tempat tinggal atau mess bagi kepala SPPG, ahli gizi, dan tenaga akuntan pada sejumlah unit layanan. Kondisi tersebut tercatat terjadi di 175 SPPG, dengan rincian Banten 36 unit, DI Yogyakarta 86 unit, Jawa Barat 24 unit, Jawa Tengah 10 unit, dan Jawa Timur 19 unit.
BGN menyatakan akan melakukan pendampingan serta verifikasi terhadap unit-unit yang terdampak agar dapat segera melengkapi berbagai persyaratan yang diperlukan.
“Operasional SPPG yang dihentikan sementara akan dibuka kembali secara bertahap setelah seluruh persyaratan operasional dan standar yang ditetapkan telah dipenuhi,” jelas Dony.

Tinggalkan Balasan